Tips Hentikan Post Holiday Blues, Agar Tak Jadi Depresi

Tips Hentikan Post Holiday Blues, Agar Tak Jadi Depresi

Tim detikHealth - detikKalimantan
Jumat, 27 Mar 2026 20:31 WIB
Candid of young asian single female student work late night stress out with project research problem on computer laptop or notebook at home office. Asian people occupational burnout syndrome concept.
Ilustrasi stres. Foto: Getty Images/ChayTee
Balikpapan -

Post holiday blues (PHB) mulai banyak dirasakan pascalibur Lebaran. Kondisi ini sebaiknya jangan dianggap remeh.

Ialah perasaan saat orang justru merasa hampa, cemas, hingga kehilangan semangat saat kembali ke rutinitas.

Spesialis kedokteran jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan bahwa post holiday blues yang tidak dikelola dengan baik dapat menjelma menjadi stres kronis hingga depresi yang lebih berdampak buruk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Post-Holiday Blues adalah reaksi emosional sementara yang muncul segera setelah berakhirnya waktu yang menyenangkan, seperti liburan panjang. Secara psikologi," kata dr Lahargo dikutip detikHealth dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

"Kondisi ini termasuk dalam adjustment related emotional response, yaitu respons adaptasi terhadap perubahan situasi hidup. Namun, jika berlangsung lama dan berat, kondisi ini bisa berkembang menjadi stres kronis atau bahkan depresi ringan," sambungnya.

Psikolog klinis Ratih Ibrahim menjelaskan, PHB merupakan kondisi yang umum terjadi setelah masa liburan berakhir.

Beberapa gejala yang kerap muncul antara lain:

  • Perasaan galau atau sedih
  • Tubuh terasa lemas
  • Kurang bersemangat
  • Perasaan gamang atau tidak stabil
  • Demotivasi
  • Mudah marah
  • Rasa cemas menghadapi rutinitas

Menurut Ratih, kecemasan ini biasanya berkaitan dengan bayangan kembali ke aktivitas seperti pekerjaan atau sekolah. Meski terasa mengganggu, kondisi ini sebenarnya normal.

"Ini realita hidup ya harus dijalani," ujarnya.

Tips Hentikan Post Holiday Blues

Psikolog klinis Cindy Arlinda menyebut, PHB biasanya berlangsung dalam waktu singkat.

"Kalau post holiday blues biasanya terjadi sekitar seminggu," jelasnya.

Pada fase ini, seseorang masih bisa menjalankan aktivitas sehari-hari. Rasa cemas yang muncul pun tidak menetap dan masih bisa dialihkan ke kegiatan lain.

Agar transisi dari liburan ke bekerja berjalan lebih mulus, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Mengatur ekspektasi sebelum dan sesudah liburan
  • Menyelesaikan pekerjaan sebelum cuti
  • Menjaga rutinitas selama liburan, seperti tetap bangun pagi
  • Menghindari perubahan pola hidup yang terlalu drastis

PHB memang bisa membuat hari-hari terasa berat setelah liburan. Namun, selama masih dalam batas wajar, kondisi ini merupakan bagian dari proses adaptasi yang normal.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads