Jasad ABK Speedboat Ditemukan Mengapung di Perairan Tana Tidung

Jasad ABK Speedboat Ditemukan Mengapung di Perairan Tana Tidung

Oktavian Balang - detikKalimantan
Selasa, 31 Mar 2026 18:05 WIB
Penemuan jasad Firman di Tana Tidung. (Istimewa)
Foto: Penemuan jasad Firman di Tana Tidung. (Istimewa)
Tana Tidung -

Setelah 13 hari dinyatakan hilang tenggelam di perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung (KTT), Kalimantan Utara, tubuh Firman (25), anak buah kapal (ABK) Speedboat Habibi akhirnya ditemukan.

Pemuda asal Tideng Pale Timur itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Penemuan jasad Firman bermula dari ketidaksengajaan seorang juragan speedboat yang tengah melintas membawa penumpang carteran.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Tidung, Didik Darmadi, menyampaikan bahwa jasad Firman ditemukan mengapung di perairan Sungai Sesayap, tepatnya di sekitar perairan Pulau Tempudus, KTT, pada Selasa (31/3/2026) pagi pukul 09.30 Wita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban pertama kali ditemukan oleh juragan Speedboat SB. MoRi bernama Aldi yang kebetulan sedang melintas. Dari ciri-ciri fisik yang terlihat, dipastikan bahwa itu adalah jasad Firman," ujar Didik dalam laporan resminya.

Mendapati temuan tersebut, proses evakuasi segera dilakukan. Dengan bantuan perahu milik warga setempat, jasad Firman ditarik menuju daratan terdekat. Jenazah kemudian langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut sebelum nantinya diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga.

"Insiden nahas yang menimpa Firman ini bermula pada Kamis (19/3/2026) sore lalu. Sekitar pukul 16.35 WITA, Speedboat SB. Habibi tengah berlayar di kawasan Sungai Sesayap, Desa Sebawang, Kecamatan Sesayap. Tiba-tiba, hantaman arus deras menerjang kapal nahas tersebut. Firman kehilangan keseimbangan, terjatuh ke sungai, dan langsung tergulung arus yang kuat," tutur Didik.

Peristiwa hilangnya Firman memicu operasi pencarian besar-besaran. Selama sepekan penuh (19-25 Maret 2026), Tim SAR Gabungan dari Tarakan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tana Tidung menyisir lokasi kejadian dengan metode visual. Namun, derasnya arus dan luasnya area pencarian membuat tim kesulitan.

"Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan hasil koordinasi dengan pihak keluarga, operasi SAR gabungan resmi ditutup pada hari ketujuh," imbuhnya.

Meski begitu, harapan tak lantas padam. Memasuki hari ke-8 hingga ke-12, TRC BPBD Tana Tidung bersama pihak keluarga korban dan masyarakat setempat menolak menyerah. Mereka terus melakukan pemantauan dan menyisir sungai secara mandiri. Kesabaran itu membuahkan hasil di hari ke-13 dengan ditemukannya jasad korban oleh kapal yang melintas.

"Dengan telah dievakuasinya jenazah korban ke rumah sakit, maka operasi pencarian korban tenggelam Speedboat SB. Habibi atas nama Firman secara resmi kami nyatakan selesai," tutup dia.

Sebelumnya diberitakan, Pencarian Basarnas Sempat Ditutup pada Hari Ke-7. Tragedi Man Overboard (MOB) yang menimpa Firman terjadi pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 16.35 WITA. Saat itu, korban terjatuh dari Speedboat Habibi akibat hantaman arus kuat Sungai Sesayap di kawasan Desa Tideng Pale.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan, Syahril, sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan resmi penutupan operasi tersebut pada Rabu (25/3/2026).

"Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian dengan metode visual di sekitar lokasi kejadian dengan hasil nihil. Sesuai dengan hasil koordinasi dan permintaan dari pihak keluarga korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup pada pukul 16.00 WITA," terang Syahril dalam laporan tertulisnya kala itu.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads