Pengguna media sosial dibuat geram dengan sebuah video yang memperlihatkan mobil dinas diganti pelatnya dari merah menjadi pelat putih. Usut punya usut, mobil tersebut hendak digunakan untuk berwisata.
Dilansir detikOto, mobil itu ketahuan menggunakan pelat pengganti ketika berada di Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (5/4/2026). Awalnya polisi menghentikan kendaraan untuk memeriksa kelengkapan surat-surat.
Namun setelah dicek, ternyata ada ketidaksesuaian antara data dalam surat-surat kendaraan dengan pelat yang digunakan. Mobil Suzuki XL7 tersebut menggunakan pelat putih dengan nomor B-1732-PGQ. Padahal dalam data, seharusnya nomor polisi tersebut menggunakan pelat merah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat dilakukan pengecekan data kendaraan, ternyata pelat itu seharusnya berwarna merah sesuai STNK, namun yang terpasang adalah pelat putih," ungkap Kasat Lantas Polres Bogor Iptu Afif Widhi Ananto.
Ketika ditanya polisi, pengendara mengaku hendak pergi berwisata. Dia sengaja mengganti pelat merah menjadi pelat putih agar tidak menjadi perhatian warga sekitar.
"(Tujuan pemobil) wisata," imbuh Afif.
Polisi pun meminta pengendara untuk kembali memasang pelat merah. Sementara pelat putih yang palsu disita agar tidak digunakan lagi oleh yang bersangkutan.
"Pelat itunya (pelat nopol palsu) saya ambil, kalau nggak diambil nanti dipasang lagi, bener nggak? Janganlah. Kalau itu punya Pemda DKI pakailah punya Pemda DKI, gentleman aja, Pak. Kenapa harus diganti begini?" demikian ujar polisi dalam video yang viral.
Sementara itu, Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan bahwa menggunakan kendaraan dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan di luar kedinasan. Kepala BPAD Provinsi DKI Jakarta Faisal Syafruddin mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran internal, mengidentifikasi pihak terkait, serta berkoordinasi dengan Inspektorat untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
"Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kami untuk memperkuat pengawasan dan memastikan seluruh pegawai semakin disiplin serta bertanggung jawab dalam penggunaan kendaraan dinas maupun aset daerah lainnya," tegasnya.
Faisal juga memohon maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh pengguna kendaraan dinas tersebut.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Atensi dan masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel," lanjutnya.
Baca selengkapnya di detikOto.
(des/des)