4 Kecamatan di Malinau Terancam Kelangkaan BBM-Sembako Imbas Jembatan Ambruk

4 Kecamatan di Malinau Terancam Kelangkaan BBM-Sembako Imbas Jembatan Ambruk

Oktavian Balang - detikKalimantan
Rabu, 08 Apr 2026 14:30 WIB
Jembatan tua di Kecamatan Sungai Boh Ambruk
Jembatan tua di Kecamatan Sungai Boh ambruk/Foto: Istimewa
Malinau -

Akses transportasi beberapa kecamatan di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) dilaporkan lumpuh total. Sebab, jembatan kayu penghubung utama di Kilometer 31, Kecamatan Sungai Boh, ambruk.

Ambruknya jembatan membuat urat nadi perekonomian warga di wilayah perbatasan itu terancam terhenti. Sakai, warga Sungai Boh yang melaporkan kejadian tersebut. Ia menuturkan jembatan setinggi kurang lebih 5-10 meter itu anjlok usai diguyur hujan sejak malam tadi.

"Kondisi jembatannya ambruk. Diduga disebabkan hujan lebat dari malam, dan faktor utamanya karena jembatan kayu log besar ini juga sudah lama," jelas Sakai kepada detikKalimantan, Rabu (8/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putusnya jembatan di Kilo 31 menjadi pukulan telak bagi urat nadi perekonomian warga pedalaman. Jembatan ini merupakan satu-satunya akses darat yang menghubungkan Kecamatan Kayan Selatan, Sungai Boh, Kayan Hulu, hingga Kayan Hilir.

"Tutup semua (aksesnya), karena dari sinilah jalan utama pengangkutan barang logistik dan sembako. Akses orang dari Long Nawang atau dari Mahak yang mau ke bank atau mengunjungi keluarga juga putus total," ungkap Sakai.

Guna mengantisipasi kebutuhan ekonomi warga tidak mati total, para sopir logistik dilaporkan tengah mempersiapkan rencana pembuatan jembatan darurat. Upaya ini terpaksa dilakukan meski di bawah bayang-bayang risiko keselamatan yang tinggi.

"Sangat berisiko betul, karena ini kan jembatan sementara. Kondisinya di lokasi habis di guyur hujan," tambahnya.

Warga memperkirakan perbaikan dari pihak berwenang mungkin memakan waktu hingga tiga hari. "Kami berharap instansi terkait dari Kecamatan Sungai Boh dapat segera turun tangan mengirimkan alat berat," harapnya.

Terpisah, Camat Kayan Hulu, Setim Ala, menjelaskan, kondisi jalan maupun jembatan sudah lama tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi Kaltara.

"Tiga tahun jalan dan jembatan tak dapat perhatian dari pemerintah dan hasilnya yang terjadi saat ini, ditambah lagi adanya jembatan kayu tua yang putus lantaran termakan usia," tuturnya.

Kejadian tersebut membuat ia khawatir lantaran belum ada penanganan kerusakan jalan maupun jembatan yang terputus. "Diprediksi akan kelangkaan BBM dan sembako," jelasnya.

Ia berharap perhatian pemerintah agar segera mencari solusi dalam mengambil langkah antisipasi kelangkaan BBM dan sembako yang diperkirakan akan terjadi di wilayah perbatasan khususnya di daerah Apao Kayan.

"Perkiraan saya, jika tidak ada penanganan, dipastikan dalam 2-3 minggu ke depan akan terjadi kelangkaan sembako dan BBM di 4 Kecamatan yakni Kecamatan Kayan hulu, Kecamatan Kayan Selatan, Kecamatan Kayan hilir dan Kecamatan Sungai Boh," jelasnya.

Selain itu, ia memaparkan jalur dari Long Bagun (Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur) menuju Kecamatan Kayan Hulu/Long Nawang (Kabupaten Malinau, Kaltara) merupakan jalan perbatasan yang pengelolaannya adalah tanggung jawab lintas pemerintahan.

"Saya merincikan soal pembagian tanggung jawab infrastruktur tersebut di antaranya, pemerintah pusat, Kementerian PUPR/BBPJN yang bertanggung jawab atas pembangunan dan peningkatan jalan strategis perbatasan berstatus jalan nasional. Kewenangan ini berfokus pada pemastian konektivitas antarwilayah, termasuk ruas penghubung Mahakam Ulu dan Malinau," terangnya.

Sementara itu, untuk Pemerintah Provinsi Kaltim dan Kaltara bertanggung jawab atas ranah pemeliharaan dan peningkatan jalan provinsi. Pemprov Kaltim lazimnya menangani ruas di wilayah Hulu Mahakam.

"Sedangkan Pemprov Kaltara bertanggung jawab penuh atas akses menuju Long Nawang dan kawasan Apau Kayan," tuturnya.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads