Serangan udara Israel menewaskan ratusan orang di Beirut, Lebanon. Betapa luka keluarga para korban, menerima kondisi jasad telah hancur.
Ambulans tidak berhenti datang ke kamar jenazah rumah sakit di Lebanon. Tenaga medis menurunkan kantong-kantong berisi bagian tubuh korban.
Serangan udara paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir di Lebanon ini dilaporkan menewaskan lebih dari 250 orang. Di Beirut, puluhan korban jiwa berjatuhan, banyak di antaranya berasal dari wilayah pinggiran selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikHealth dari Reuters, petugas penyelamat masih terus menyisir reruntuhan bangunan untuk mencari korban. Tetapi, kondisi jasad yang ditemukan sering kali sudah tidak utuh, sehingga harus disatukan dari berbagai potongan sebelum proses identifikasi bisa dilakukan.
Sejumlah keluarga bahkan kehilangan lebih dari satu anggota sekaligus.
Members of civil defence remove bodies of people killed during hostilities between Israel and Hezbollah, including fighters, from a temporary cemetery to be taken for burial in their home town and villages, after a ceasefire between the two, in Tyre, southern Lebanon December 2, 2024. REUTERS/Thaier Al-Sudani TPX IMAGES OF THE DAY Foto: REUTERS/Thaier Al-Sudani |
Kisah menyedihkan dialami Kheir Hamiyeh dan Abdelrahman Mohammed, dua warga Suriah berusia 24 tahun, yang harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan sejumlah anggota keluarga dalam tragedi tersebut.
Para tenaga medis dan petugas pertahanan sipil menggambarkan proses identifikasi korban sebagai tugas yang sangat berat. Banyak jenazah tidak dapat dikenali secara visual karena mengalami kerusakan tubuh yang parah, sehingga diperlukan pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas para korban.
Korban dalam peristiwa ini tidak hanya berasal dari warga Lebanon, tetapi juga mencakup warga Suriah yang tinggal di negara tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa dampak serangan meluas dan dirasakan oleh masyarakat lintas negara.
Upaya evakuasi korban juga menghadapi berbagai kendala. Beberapa wilayah terdampak sulit dijangkau karena kondisi jalan yang sempit dan padat penduduk.
Selain itu, dilaporkan bahwa sebagian warga tidak menerima peringatan sebelum serangan terjadi, sehingga banyak yang terjebak di dalam bangunan saat peristiwa berlangsung.
(aau/aau)

