Seluruh korban kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, telah berhasil diidentifikasi oleh tim gabungan. Saat ini, Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar tinggal menunggu tahapan rekonsiliasi sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala RS Bhayangkara Polda Kalbar, Kombes Pol dr. J. Ginting, mengatakan proses identifikasi dilakukan secara maksimal dengan melibatkan tim dari Biddokkes serta empat dokter forensik.
"Tim identifikasi Rumah Sakit Bhayangkara dan Biddokkes sudah bekerja maksimal. Dari delapan penumpang helikopter yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak, seluruhnya sudah berhasil diidentifikasi," ujar Ginting, Jumat (17/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun empat nama awal yang sudah teridentifikasi adalah Joko Catur Prasetyo, Charles Dominson Lakidang, Patrick Kee Chuan Peng (warga negara Malaysia), dan Victor Tan Keng Liam. Kemudian empat nama yang baru selesai diidentifikasi adalah Capt Marindra Wibowo (pilot), Harun Arasyd (co-pilot), Fauzi Organta, dan Sugito.
Meski seluruh korban telah teridentifikasi, proses belum sepenuhnya rampung. Pihaknya masih menunggu tahap rekonsiliasi, yakni pencocokan akhir antara data ante mortem dan post mortem sebelum jenazah diserahkan.
"Rekonsiliasi merupakan proses terakhir. Kami akan memanggil pihak keluarga untuk memastikan kembali properti, tanda-tanda khusus, serta data identifikasi utama yang akan kami paparkan," jelasnya.
Ginting menegaskan tidak ada kendala berarti dalam proses identifikasi. Namun, satu korban warga negara asing masih memerlukan verifikasi tambahan melalui data sidik jari dari negara asal.
"Tidak ada yang sulit diidentifikasi. Hanya satu warga negara asing, kami masih menunggu data dari konsulat berupa kode daktiloskopi untuk pencocokan," katanya.
Ia menambahkan, proses rekonsiliasi dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Namun, penyerahan jenazah kepada keluarga kemungkinan dilakukan secara bertahap.
"Secara prosedur, setelah rekonsiliasi jenazah akan diserahkan. Malam ini kami rencanakan proses tersebut berjalan, tetapi kemungkinan baru satu jenazah yang bisa diserahkan," ujarnya.
Jenazah tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Melawi, Kalbar. Sementara itu, jenazah lainnya masih menunggu koordinasi dengan pihak keluarga serta jadwal penerbangan untuk pemulangan ke daerah asal.
Dalam proses penanganan ini, berbagai pihak lintas sektor turut dilibatkan, termasuk TNI, Polri, dan Basarnas guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur.
Diketahui, helikopter PK-CFX sebelumnya dilaporkan hilang kontak dan kemudian ditemukan jatuh di kawasan perbukitan di Kabupaten Sekadau.
Insiden tersebut menewaskan delapan orang, dan hingga kini penyebab kecelakaan masih dalam proses investigasi oleh otoritas terkait.
