Mayat Perempuan Hamil 8 Bulan Ditemukan Membusuk di Ketapang

Mayat Perempuan Hamil 8 Bulan Ditemukan Membusuk di Ketapang

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Minggu, 19 Apr 2026 06:00 WIB
Garis polisi di sebuah rumah Ketapang, ditemukan perempuan hamil meninggal. (Istimewa)
Foto: Garis polisi di sebuah rumah Ketapang, ditemukan perempuan hamil meninggal. (Istimewa)
Ketapang -

Warga Perumahan BTN Sepehale 2, Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan muda di dalam rumahnya, Jumat (17/4/2026). Korban diketahui berusia 26 tahun dan tengah hamil sekitar delapan bulan.

Korban ditemukan di kediamannya di Blok D Nomor 34 dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Dugaan sementara, korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

Penemuan bermula dari kecurigaan seorang saksi yang mencium bau menyengat dari dalam rumah sekitar pukul 13.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena merasa janggal, saksi kemudian mengajak warga sekitar untuk mengecek kondisi rumah, terlebih suami korban diketahui sedang tidak berada di tempat karena tugas dinas.

Saat pintu rumah berhasil dibuka, warga mendapati korban sudah dalam kondisi membusuk. Tubuh korban dilaporkan mulai menghitam dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Kasat Reskrim Polres Ketapang, Iptu Dedy Syahputra Bintang dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. Polisi menerima laporan sekitar pukul 13.45 WIB dan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Benar, kami menerima laporan terkait penemuan mayat di salah satu rumah di Jalan Kalinilam. Anggota langsung turun ke TKP dan mengevakuasi korban ke RS Agoesdjam untuk visum," ujar Dedy, Sabtu (18/4).

Dari hasil visum sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian dan masih melakukan penyelidikan lanjutan.

"Korban diperkirakan sedang hamil delapan bulan," tambahnya.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait kemungkinan autopsi. Namun, keluarga korban yang berada di Singkawang menolak tindakan tersebut dan meminta jenazah segera diserahkan untuk dimakamkan.

"Untuk autopsi, pihak keluarga tidak bersedia. Mereka meminta jenazah segera diserahkan kepada suami untuk dimakamkan, namun penyelidikan tetap kami lanjutkan," kata Dedy.

Diketahui, korban merupakan istri seorang anggota TNI yang saat kejadian sedang bertugas di luar daerah. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam pendalaman aparat kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kematian.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads