Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengamankan sejumlah barang bukti penting dari lokasi jatuhnya helikopter PK-CFX di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Anggota polsek dan polres setempat ikut melakukan pengamanan di TKP.
Proses pengamanan dan investigasi dilakukan selama dua hari yakni tanggal 18-19 April 2026, dengan melibatkan tim gabungan dari KNKT, Basarnas, TNI Polri, serta kru PT Matthew Air.
Kapolres Sekadau, AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas, AKP Triyono mengatakan, pada hari pertama tim fokus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim melakukan pemeriksaan posisi helikopter, mengamankan dokumen penerbangan, serta barang pribadi korban. Selain itu juga dilakukan identifikasi sebaran puing untuk mendukung analisis penyebab kecelakaan," ujar Triyono dalam keterangan yang diterima detikKalimantan, Senin (20/4/2026).
Memasuki hari kedua, lanjut Triyono, KNKT meningkatkan proses investigasi dengan pendokumentasian lebih rinci serta pengambilan komponen vital dari badan helikopter.
Salah satu komponen helikopter yang diamankan. (Istimewa) |
Beberapa instrumen kokpit seperti altimeter dan airspeed indicator turut diamankan untuk dianalisis lebih lanjut.
Tak hanya itu, tim juga mengambil komponen krusial berupa DECU (Digital Engine Control Unit) dan FADEC (Full Authority Digital Engine Control), yang merupakan sistem utama pengendali performa mesin selama penerbangan.
Komponen-komponen tersebut dinilai menjadi kunci dalam mengungkap kondisi teknis helikopter sebelum kecelakaan terjadi. Sementara itu, pengamanan lokasi dilakukan secara ketat oleh personel Polri yang dipimpin Kapolsek Nanga Taman, Ipda Bari Candramedi.
Triyono menegaskan, penjagaan ini penting untuk memastikan seluruh barang bukti tetap steril dan tidak terganggu selama proses investigasi berlangsung.
"Pengamanan dilakukan agar proses pemeriksaan berjalan lancar dan sesuai prosedur investigasi penerbangan," pungkasnya.
Hingga saat ini, KNKT masih terus melakukan pendalaman terhadap barang bukti yang telah diamankan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan helikopter PK-CFX pada Kamis (16/4) lalu.
(aau/aau)
