Kantor-Rumjab Gubenur Kaltim Dipasang Kawat Berduri Jelang Aksi 21 April

Kantor-Rumjab Gubenur Kaltim Dipasang Kawat Berduri Jelang Aksi 21 April

Riani Rahayu - detikKalimantan
Senin, 20 Apr 2026 15:40 WIB
Kantor dan rumah jabatan Gubernur Kaltim dipasangi kawat berduri jelang aksi 21 April.
Kantor dan rumah jabatan Gubernur Kaltim dipasangi kawat berduri jelang aksi 21 April. Foto: Riani Rahayu/detikKalimantan
Samarinda -

Kantor hingga rumah jabatan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) dipasang kawat berduri menjelang Aksi 21 April mendatang. Pemasangan sudah dilakukan selama dua hari.

Dari pantau detikKalimantan di lokasi, Senin (20/4/2026), pemasangan kawat masih terus dilakukan. Kawat berduri yang dipasang pun berlapis.

Saat ditanyai petugas keamanan yang tidak ingin disebutkan namanya di kantor Gubernur Kaltim mengatakan pemasangan kawat sudah dilakukan dari kemarin malam. Sekaligus perbaikan pagar yang rusak karena demo sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya sejak kemarin pemasangan (kawat berduri), kalau dari kami (sekuriti) nanti ada 25 orang yang turun menjaga, termasuk saya," ujarnya.

Sementara itu dari pantauan juga, nampak posko logistik persiapan demo di seberang kantor Gubernur Kaltim. Terlihat logistik berupa minuman untuk pendemo yang sudah banyak tersusun rapi.

"Untuk jumlahnya belum kami hitung, tapi sampai saat ini masih banyak warga datang memberikan sumbangan," kata Maryo, relawan Aliansi perjuangan Masyarakat Kaltim posko 3.

Sebelumnya diberitakan, Polda Kaltim menyiapkan sebanyak 1.700 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada pada 21 April 2026 mendatang. Aksi tersebut rencananya akan dipusatkan di dua titik, yakni Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim.

Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro mengatakan, massa aksi dijadwalkan mulai bergerak pukul 10.00 Wita dengan titik awal di DPRD, kemudian dilanjutkan ke Kantor Gubernur. Dua lokasi itu menjadi fokus utama pengamanan aparat.

"Personel kita sekitar 1.700 dari internal kepolisian, juga dibantu TNI, Satpol PP, kesehatan, Damkar dan lainnya," ujarnya kepada awak media, Jumat (17/4/2026).




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads