Peneliti Temukan Fosil Hewan Purba Aneh yang Hidup 540 Juta Tahun Lalu

Peneliti Temukan Fosil Hewan Purba Aneh yang Hidup 540 Juta Tahun Lalu

Abdur Rahman Ramadhan - detikKalimantan
Kamis, 30 Apr 2026 20:59 WIB
Fosil Arthropleura yang baru ditemukan menunjukkan bahwa kaki seribu raksasa hidup di hutan terbuka dekat sungai kuno.
Ilustrasi fosil aneh. Foto: Neil Davies via Live Scienve
Balikpapan -

Peneliti dari University of Oxford bersama Yunnan University menemukan banyak kelompok hewan modern sudah muncul jutaan tahun lebih awal dari yang selama ini diyakini. Para peneliti mengidentifikasi fosil hewan purba ini berasal dari lebih dari 540 juta tahun lalu.

Fosil ditemukan di wilayah Jiangchuan, Provinsi Yunnan, dengan lebih dari 700 spesimen berusia antara 554 hingga 539 juta tahun, sebagaimana dikutip detikEdu dari Science Daily.

Fosil-fosil ini berasal pada akhir periode Ediacaran, sebelum peristiwa Ledakan Kambrium yang selama ini dianggap sebagai awal kemunculan hewan kompleks. Studi tersebut dipublikasikan pada 2 April 2026 di jurnal Science.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Temuan ini mencakup kerabat awal bintang laut, hewan mirip cacing, hingga nenek moyang hewan bertulang belakang.

"Penemuan kami menutup celah besar dalam fase paling awal diversifikasi hewan. Untuk pertama kalinya, kami menunjukkan bahwa banyak hewan kompleks yang biasanya hanya ditemukan pada periode Kambrium sudah hadir pada periode Ediacaran, yang berarti mereka berevolusi jauh lebih awal daripada yang sebelumnya ditunjukkan oleh bukti fosil," ujar penulis utama penelitian, Gaorong Li.

Penemuan ini juga mengungkap fosil kelompok deuterostome awal atau kelompok besar yang mencakup hewan bertulang belakang seperti ikan dan manusia.

Makhluk Aneh dari Dunia Purba

Para peneliti mengidentifikasi berbagai makhluk dengan bentuk tubuh yang tidak biasa. Fosil-fosil tersebut menunjukkan kombinasi ciri yang unik, seperti tentakel, batang tubuh, cakram penempel, hingga struktur makan yang dapat dibalik ke luar.

Kombinasi ini tidak cocok dengan spesies yang dikenal baik dari periode Ediacaran maupun periode Cambrian sehingga menunjukkan adanya ekosistem peralihan yang belum pernah terdokumentasi sebelumnya.

Beberapa spesimen bahkan memperlihatkan strategi makan yang kompleks dan struktur tubuh bilateral yang menandakan perkembangan evolusi yang lebih maju dari yang diperkirakan.
Fosil Jiangchuan juga memiliki kondisi pelestarian yang sangat baik, memungkinkan ilmuwan melihat detail seperti sistem pencernaan dan struktur tubuh.

Temuan ini menjadi jawaban tentang kehidupan kompleks mungkin sudah berkembang lebih awal dari yang selama ini diperkirakan sekaligus mengubah pemahaman ilmuwan tentang sejarah evolusi kehidupan di Bumi.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads