Kawasan Pabean Terapung di Perairan Muara Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) mulai dilirik sebagai model baru layanan kepabeanan nasional. Inovasi pertama di Indonesia itu dinilai berpotensi mempercepat arus ekspor sekaligus memangkas hambatan logistik, khususnya untuk komoditas batu bara di Bumi Etam.
Direktorat Teknis Kepabeanan bahkan turun langsung meninjau proses bisnis di kawasan yang berada di PT Pelabuhan Tiga Bersaudara tersebut, Rabu (29/4/2026). Peninjauan dilakukan untuk mengevaluasi sistem operasional hingga tata kelola layanan ekspor yang diterapkan di kawasan pabean terapung tersebut.
Direktur Teknis Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) RI, Imik Eko Putro mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memberi kepastian layanan kepada pelaku usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui peninjauan ini, kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan serta mampu memberikan kemudahan dan kepastian bagi para pelaku usaha," ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan peningkatan kualitas layanan kepabeanan harus terus dilakukan melalui penyempurnaan proses secara berkelanjutan. Menurutnya, sistem layanan juga harus mampu menyesuaikan kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.
Dalam peninjauan itu, tim Direktorat Teknis Kepabeanan turut melihat langsung aktivitas operasional di lapangan. Mulai dari proses bongkar muat hingga sistem pengawasan barang ekspor di kawasan tersebut.
"Pengawasan kami lakukan secara menyeluruh, baik terhadap arus masuk maupun keluar barang, untuk memastikan seluruh aktivitas sesuai dengan regulasi yang berlaku serta mencegah potensi pelanggaran," tegasnya.
Keberadaan Kawasan Pabean Terapung disebut menjadi terobosan strategis dalam sistem kepabeanan nasional. Selain mempercepat distribusi barang ekspor, konsep tersebut juga dinilai dapat meningkatkan daya saing ekspor Kalimantan Timur.
"Kawasan itu diharapkan mampu memberi kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional melalui efisiensi layanan serta kelancaran distribusi barang ekspor dari daerah," pungkasnya.
Sebagai informasi, Muara Berau merupakan kawasan pelabuhan khusus pemuatan batu bara (anchorage) yang terletak di lepas pantai Kaltim, di perairan Selat Makassar. Lokasinya berdekatan dengan Samarinda, berfungsi sebagai tempat ship-to-ship transfer batu bara dari tongkang ke kapal kargo besar.
(sun/des)
