Viral Siswa di Samarinda Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Ini Kata Sekolah

Viral Siswa di Samarinda Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Ini Kata Sekolah

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Selasa, 05 Mei 2026 15:14 WIB
Ilustrasi Merek Sepatu Sekolah Hitam
Ilustrasi sepatu sekolah. Foto: iStock
Samarinda -

Kabar mengenai seorang siswa SMK Kelas XI di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) bernama Mandala Rizky Syahputra meninggal dunia karena sepatu kekecilan viral di media sosial (medsos). Pihak SMKN 4 Samarinda pun telah memberi penjelasan terkait hal ini.

Kabar viral ini antara lain disampaikan akun @pikology, yang menjelaskan bahwa Mandala setiap hari mengenakan sepatu berukuran 40, padahal seharusnya dia mengenakan ukuran 44. Kakinya mengalami bengkak hingga lama-kelamaan menderita komplikasi dan meninggal dunia.

Pihak SMKN 4 Samarinda memberi penjelasan via akun Instagram @smkn4_samarinda. Dikutip pada Selasa (5/5/2026), pihak sekolah menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Mandala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam unggahan bertajuk 'Kepergian Mandala: Duka Kita Bersama' tersebut, pihak sekolah menyampaikan kronologi mengenai meninggalnya Mandala.

"Segenap keluarga besar SMK 4 turut berduka cita atas berpulangnya Mandala Rizky Syaputra, siswa kelas XI Pemasaran 2 yang kami cintai. Agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat, kami ingin berbagi cerita kronologis kejadian ini dengan hati yang terbuka. Bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk mengenang dan memetik pelajaran bersama," tulis akun tersebut.

Dijelaskan bahwa Mandala sudah mendapat perhatian dari wali kelas sejak kelas X. Bantuan yang diberikan kepada Mandala di antaranya berupa seragam jurusan, perlengkapan sekolah, sembako, hingga uang sewa kontrakan.

"Sejak kelas X (sepuluh), Mandala sudah mendapat perhatian dari wali kelas saat itu. Bantuan berupa seragam jurusan dan perlengkapan sekolah sudah diberikan, Selain itu bantuan sembako sering juga diberikan, bahkan jika ada kendala dengan uang sewa kontrakan pun dimintai bantuan," tulisnya.

Mandala masih masuk sekolah mengikuti pelajaran pada 1 April lalu, namun wajahnya tampak pucat. Guru PKn saat itu menyarankan Mandala untuk istirahat di rumah.

"Mandala hadir, tapi wajahnya pucat. Guru PKn langsung menyarankannya untuk beristirahat di rumah karena kondisi fisiknya sudah tak memungkinkan," tulisnya.

Setelah itu, Mandala tidak pernah masuk sekolah. Sang ibu sempat datang ke sekolah dan meminta bantuan uang Rp 1,1 juta untuk biaya pengobatan Mandala. Kemudian pada 20 April, Mandala mengirimkan foto kakinya yang mulai membengkak.

"Mandala mengirim foto kakinya yang mulai bengkak ke wali kelas. la kembali meminta bantuan dana dan mencantumkan nomor rekening," tulisnya.

Pihak sekolah pun menjenguk ke rumah Mandala pada 21 April. Kondisinya sudah terlihat lemah, suara kecil, tapi keluarga tidak mempunyai BPJS untuk berobat. Keesokan harinya, sekolah mendapat kabar bahwa bengkak di kaki Mandala mulai kempes.

Pihak sekolah lantas berkunjung lagi ke rumah Mandala dan memberikan bantuan uang tunai sekitar Rp 650 ribu dan makanan. Saat itulah ibu dari Mandala baru menceritakan masalah sepatu anaknya.

"Ibu Mandala baru menyampaikan bahwa sepatu anaknya sudah tak muat dipakai. Mandala pernah mengeluh soal itu kepada ibunya, tapi ibunya sendiri mengakui bahwa ia melarang Mandala bercerita ke sekolah atau teman-teman. 'Jangan sampai orang tahu kita kesusahan,' pesan itu yang sering disampaikan Ibunya kepada Mandala. Mendengar itu, wali kelas segera bergerak. Ia berkoordinasi dengan teman sekelas untuk membelikan sepatu baru. Rencana bantuan pun disusun," katanya.

Namun pada 24 April, sekolah mendapat kabar duka Mandala telah berpulang.

"Sebelum semua rencana bantuan itu terlaksana, kabar duka datang. Jumat dini hari kakak Mandala mengabarkan melalui WhatsApps kepada Wali Kelas dan Waka Kesiswaan bahwa Mandala telah meninggal dunia. Kakaknya juga memberitahukan bahwa tidak ada dana untuk pemulasaran jenazah," ungkapnya.

Pihak sekolah juga menegaskan bahwa belum ada diagnosis medis lengkap yang menyatakan penyebab kematian Mandala. Oleh karena itu, belum dipastikan pula apakah sepatu kekecilan menjadi penyebab kematian siswa tersebut.

"Tanpa ada diagnosa medis yang lengkap, maka sepatu tidak dapat disebut sebagai penyebab kematian karena belum terbukti. Tidak ditemukan luka pada bagian kaki baik di tumit ataupun jari-jari kaki. Kaki membengkak di bagian punggung," katanya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menikmati Gemerlap Lampu Malam di Jembatan Kutai Samarinda"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads