SMAN 1 Pontianak menyampaikan pernyataan resmi terkait viralnya Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR RI di Kalimantan Barat, di mana salah satu siswa mereka memprotes ketika jawaban dianggap salah oleh dewan juri. Pihak SMAN 1 Pontianak menyebut ada indikasi relasi kuasa dan meminta pihak penyelenggara memberikan klarifikasi karena ini menyangkut integritas program MPR.
Dikutip detikNews dari akun Instagram SMAN 1 Pontianak pada Selasa (12/5), pihak sekolah menyatakan sudah melihat ulang tayangan LCC. Terdapat beberapa temuan yang menurut mereka harus segera diklarifikasi oleh penyelenggara LCC.
Substansi Jawaban
Pertama, pihak SMAN 1 Pontianak mendapati substansi jawaban antara siswanya dan siswa dari SMAN 1 Sambas sama. Namun, dewan juri hanya membenarkan siswa yang menjawab terakhir tanpa alasan yang jelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adanya kesamaan substansi jawaban antara tim SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, namun dewan juri memberikan pembenaran hanya kepada salah satu pihak tanpa penjelasan yang transparan," tulis pihak sekolah.
Indikasi Relasi Kuasa
Kemudian, pihak SMAN 1 Pontianak menilai dewan juri kurang fokus dalam beberapa penilaian. Pihak sekolah menyebut ada indikasi relasi kuasa dewan juri hingga MC tetap melanjutkan ke soal selanjutnya tanpa penyelesaian pada soal yang bermasalah.
"Adanya indikasi penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri, tanpa didahului proses konfirmasi dan klarifikasi yang memadai. Hal ini diperkuat dengan adanya validasi sepihak melalui MC mengenai kompetensi juri, sehingga kegiatan tetap dilanjutkan tanpa penyelesaian yang proporsional," ujar pihak sekolah.
"Kurangnya fokus dewan juri dalam beberapa momen penilaian, yang berpotensi memengaruhi objektivitas hasil," imbuhnya.
Artikulasi Jawaban
Ketiga, pihak SMAN 1 Pontianak menilai bahwa siswanya telah menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang jelas dan tegas. Oleh karena itu, menurut SMAN 1 Pontianak, timnya layak mendapat nilai penuh sesuai jawaban.
"Tim SMAN 1 Pontianak telah menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang jelas dan tegas, sehingga layak mendapatkan penilaian yang objektif sesuai substansi jawaban," terangnya.
Permintaan Klarifikasi Resmi
Berdasarkan temuan-temuan tersebut, pihak SMAN 1 Pontianak meminta penyelenggara termasuk dewan juri untuk menyampaikan penjelasan transparan dari temuan itu. Pihak SMAN 1 Pontianak juga meminta evaluasi penilaian.
"Berdasarkan hal-hal tersebut, kami memohon kepada pihak penyelenggara untuk memberikan konfirmasi resmi terkait temuan-temuan di atas. Menyampaikan penjelasan yang transparan mengenai dasar pengambilan keputusan dewan juri," tulis pihak sekolah.
"Melakukan evaluasi terhadap proses penilaian, guna menjaga integritas dan kredibilitas kegiatan LCC 4 Pilar ke depan," imbuhnya.
Baca selengkapnya di detikNews.
Simak Video "Video Lomba Cerdas Cermat di Kalbar Viral Bikin Pimpinan MPR Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Koleksi Pilihan
Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan
