Kisah Pilu Remaja Koma 3 Minggu, Bangun-bangun Mengaku Sudah 7 Tahun Jadi Ibu

Kisah Pilu Remaja Koma 3 Minggu, Bangun-bangun Mengaku Sudah 7 Tahun Jadi Ibu

Khadijah Nur Azizah - detikKalimantan
Kamis, 14 Mei 2026 21:33 WIB
In the Hospital Sick Male Patient Sleeps on the Bed. Heart Rate Monitor Equipment is on His Finger.
Ilustrasi pasien koma. Foto: Getty Images/gorodenkoff
Balikpapan -

Artikel ini membahas topik kesehatan mental dan percobaan bunuh diri. Jika Anda atau orang di sekitar Anda memerlukan bantuan, segera hubungi layanan kesehatan mental atau dokter profesional. Anda tidak sendirian.

Seorang remaja di Lyon, Prancis, mengalami peristiwa ganjil setelah sempat mencoba bunuh diri. Remaja berusia 14 tahun itu mengalami koma hingga 3 minggu lamanya. Begitu siuman, ia malah mencari-cari anaknya dan mengaku sudah menjadi ibu selama 7 tahun.

Dikutip detikHealth dari Daily Mail, remaja bernama Clelia ini awalnya mencoba mengakhiri hidup pada Juni 2025. Beruntung ia masih sempat dilarikan ke rumah sakit dan nyawanya tertolong. Tim media kemudian menempatkannya dalam koma induksi. Tubuhnya terbaring kaku selama 3 minggu, tapi tidak dengan pikirannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim medis menduga, selama koma, otak Clelia justru aktif menciptakan kenangan dan realitas alternatif yang begitu detail. Ketika sadar, hal pertama yang ditanyakan justru "Di mana anak-anak saya?".

Clelia mengaku sudah memiliki tiga anak. Namanya Mila, Miles, dan Mailee. Ia bahkan mengingat dengan jelas kepribadian masing-masing. Ada yang sangat pemalu, ada yang penuh energi.

"Saya ingat momen jalan-jalan, makan bersama, hingga membacakan cerita sebelum tidur. Saya mencintai mereka dengan sepenuh hati," kenangnya.

Kenangan Clelia ini sempat membuat keluarganya hingga tim medis kaget. Clelia sempat bersikeras bahwa orangtuanya sudah jadi kakek-nenek. Remaja tersebut butuh waktu beberapa lama hingga menerima bahwa kenangannya sebagai 'ibu' itu hanya ada dalam pikirannya dan tidak benar-benar terjadi.

Kini, hampir setahun sejak kejadian tersebut, Clelia kembali menjalani hidup sebagai remaja. Namun, ia mengaku masih merasakan kehilangan, terutama terhadap anak-anaknya.

"Saya hidup sebagai seorang ibu. Meskipun itu 'hanya mimpi', dengan semua yang saya rasakan dan alami, saya akan selalu menjadi ibu mereka. Itu adalah satu-satunya realitas saya untuk sementara waktu," ujarnya.

Menurut direktur perawatan neruokritis di Mount Sinai Health System, Stephan Mayer, fenomena yang dialami Clelia memang bisa terjadi jika pasien mengalami kondisi koma medis. Koma ini berbeda dengan koma akibat trauma.

Dalam koma medis, otak sering kali menangkap "sekilas kesadaran" seperti TV tua yang penuh statik atau bintik-bintik semu.

"Gambaran itu muncul hanya semenit, lalu hilang lagi. Yang didapatkan pasien adalah kumpulan kilasan kesadaran yang terputus-putus dan tidak terhubung," jelasnya.

Baca selengkapnya di detikHealth.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Apakah Video Game Punya Pengaruh Besar Terhadap Agresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads