ASN Diinstruksikan WFA Usai Kantor Bupati Bulungan Terbakar

ASN Diinstruksikan WFA Usai Kantor Bupati Bulungan Terbakar

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Jumat, 22 Mei 2026 10:00 WIB
Kantor Bupati Bulungan Kebakaran
Kantor Bupati Bulungan usai terbakar. Foto: Istimewa
Bulungan -

Kebakaran di kantor Bupati Bulungan, Kalimantan Utara, menghanguskan sejumlah ruangan vital di pusat pemerintahan. Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab pun diinstruksikan untuk melakukan work from anywhere (WFA) atau kerja dari mana saja selama investigasi penyebab kebakaran berlangsung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan Risdianto mengatakan sejauh ini belum dipastikan berapa jumlah ruangan dan dokumen penting yang terdampak kebakaran pada Rabu (20/5) malam tersebut. Namun, Pemkab mengupayakan agar pelayanan publik tetap berjalan. Para ASN yang biasanya berkantor di gedung terdampak pun diminta bekerja di mana saja.

"Pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa, dan kita saat ini menggunakan fasilitas yang ada di masing-masing perangkat daerah lainnya," tegas Risdianto, Kamis (21/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Risdianto, api merembet dan menghancurkan ruang kerja utama pimpinan daerah. Selain itu, sejumlah arsip dan dokumen penting yang tersimpan di ruang kerja Bupati dan Sekda dipastikan ikut terdampak.

"Yang terdampak adalah ruangannya Kantor Bupati, Sekda, dengan kepala bagian," bebernya.

Saat ini pihak Pemkab tengah melakukan proses inventarisasi untuk mengetahui secara pasti dokumen apa saja yang rusak atau musnah.

"Ya tentu juga (arsip terdampak), ada beberapa dokumen-dokumen dan itu yang masih kita identifikasi untuk mendata dokumen mana saja yang terkena dampak," jelasnya.

Api sendiri mulai berkobar di kantor Bupati pada Rabu malam pukul 21.30 Wita. Saat itu tidak ada aktivitas lembur maupun kegiatan pegawai di kantor. Untuk dugaan penyebab, Pemkab masih menunggu proses penyelidikan kepolisian.

"Berdasarkan informasi memang tidak ada aktivitas di kantor ini. (Terkait penyebab) itu nanti kita menunggu hasil olah TKP yang dilakukan oleh Polda," kata Risdianto.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads