Apakah detikers pernah mendengar kisah dua pria nekat mau mengarungi Laut Jawa tanpa kapal? Begini kisah dua pria asal Kalimantan tersebut.
Pulau Kalimantan dan Jawa dipisahkan Laut Jawa dengan jarak ratusan kilometer. Namun bentang lautan tersebut tak membuat gentar IR (58) dan DP (27). Dari tempat dan waktu yang berbeda, mereka bermimpi bisa mengarunginya.
Penasaran dengan cerita betapa nekatnya mereka, berikut ini detikKalimantan membuat ulasan singkatnya dengan tajuk Kalimantan Flashback.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah IR Mau Berlayar dari Banjarmasin ke Yogyakarta
Awalnya, IR mendayung rakit bambu menyusuri Sungai Martapura di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Aksinya memancing kecurigaan warga yang berpapasan.Warga lalu melaporkan aksi IR kepada polisi.
IR sempat menambatkan rakit bambu itu di dermaga dekat Balai Kota Banjarmasin, sebelum lanjut menuju Sungai Barito. IR mengaku ingin ke Yogyakarta di Pulau Jawa dengan rakit bambunya. Satpolairud Polresta Banjarmasin kemudian turun tangan ke lokasi.
"Pertama kali kami mendapat laporan warga, ada orang yang ikut hanyut pada sebuah lanting (rakit) bambu di perairan Sungai Martapura," ujar Kepala Pos Jaga Satpolairud Polresta Banjarmasin saat itu, Aipda Pol Ronny kepada wartawan pada Sabtu (9/1/2021).
Aksi IR terjadi pada Jumat (8/1/2021). Petugas dengan speedboat langsung mendatangi IR yang tengah mengendalikan rakit bambunya menuju muara Tanjung Pandan, Pulau Bromo, Mantuil.
Ketika didatangi petugas, IR tengah duduk santai di atas lanting bambu tersebut. Saat ditanya, pria berstatus ASN (sesuai KTP) itu mengaku akan pergi Yogyakarta.
Polisi yang tak ingin mengambil risiko kemudian membujuk IR untuk mampir ke Mako Satpolairud Polresta Banjarmasin. Petugas menduga pria tersebut mengalami masalah kejiwaan.
"Dibantu kawan-kawan relawan emergency, akhirnya kami berhasil menemukan tempat tinggalnya dan memanggil keluarganya. Keluarganya sangat berterima kasih dengan penanganan cepat petugas dan membawa pulang yang bersangkutan. Kami hanya memberi pesan untuk mengawasi IR agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi," jelas Ronny.
Ternyata, rakit bambu yang ditumpangi IR bukanlah miliknya. Pemilik rakit bambu tersebut mendatangi Mako Satpolairud Polresta Banjarmasin, namun tidak marah. Ia memahami kondisi IR yang ingin menggunakan lanting bambunya untuk pergi berlayar ke Pulau Jawa.
Kisah DP Mau Berlayar dari Balikpapan ke Malang
DP merupakan warga Jalan Rengganis, Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur (Kaltim). Aksinya diketahui sejumlah motoris speedboat pada Rabu (16/12/2020).
Kapolsek Pelabuhan Semayang Balikpapan saat itu, AKP Retno Ariani menuturkan DP nekat berenang di sekitar Pelabuhan Semayan menggunakan dua buah galon. Galon itu dirancang dan dirakit agar bisa mengapung di laut.
"Saat dievakuasi dia mengaku akan berenang hingga ke Malang, Jawa Timur," kata Retno yang dimintai konfirmasi BeritaKlik, Kamis (17/12/2020).
Aksi nekat DP dipicu rasa kesal sering disalahkan kakaknya setiap ada masalah di keluarga. Perselisihan itu membuat ia nekat untuk pulang ke Malang.
Dari rumah sang kakak, DP membawa tiga galon besar menuju pelabuhan. Di Jalan, ia menemukan beberapa kayu dan kabel, yang kemudian digunakannya untuk merakit galon tersebut agar terapung.
"Karena di jalan dia belum merokok maka satu galon yang dibawanya kemudian dijual dan uangnya dibelikan rokok," kata Retno.
Aksi diam-diam DP nyelonong di laut pakai galon diketahui oleh motoris kapal speedboat yang melintas kawasan perairan Pelabuhan Semayang Balikpapan. DP tampak sedang terapung-apung sekitar pukul 15.30 WIB.
Setelah dievakuasi ke darat, DP langsung dipertemukan dengan kakaknya. DP mengaku idenya berenang ke Pulau Jawa muncul secara spontan.
"Setelah berkelahi dengan kakak, ide pulang ke Jawa itu muncul. Karena tidak punya uang, ya sudah mau coba berenang aja aku, Allahu a'lam aja kalau selamat sampai sana," kata DP.
Anggota motoris speedboat, Aco menceritakan bagaimana DP ditemukan sedang terapung. Ia bersama rekannya sempat melihat DP duduk sambil sesekali berenang menggunakan galon kosong. Awalnya Aco sama sekali tak berpikir kalau DP ingin menuju Pulau Jawa.
Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
(sun/des)