Sorotan Soal Tata Kelola dalam Kasus Pemindahan BBM Subsidi di Kalbar

Round Up

Sorotan Soal Tata Kelola dalam Kasus Pemindahan BBM Subsidi di Kalbar

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Senin, 25 Mei 2026 08:00 WIB
Tangkapan layar video dugaan pengalihan BBM subsidi dari tangki merah ke biru di Kalbar. (dok Istimewa)
Foto: Tangkapan layar video dugaan pengalihan BBM subsidi dari tangki merah ke biru di Kalbar. (dok Istimewa)
Pontianak -

Aktivitas mencurigakan truk tangki berwarna merah putih dan biru di sebuah daerah di Kalimantan Barat (Kalbar) terekam dan viral. Muncul dugaan BBM subsidi dialihkan untuk keperluan industri, yang seharusnya menggunakan BBM nonsubsidi.

PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan menegaskan langsung bergerak melakukan investigasi terhadap oknum-oknum yang terlibat. Bersamaan dengan itu, pengamat mempertanyakan kesigapan perusahaan dalam hal monitoring sebelum kasus menjadi viral.

Video Viral Dua Truk Tangki

Dalam video yang beredar pada Sabtu (23/5), tampak mobil tangki merah putih bertuliskan PT Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga melakukan aktivitas pemindahan BBM ke dua mobil tangki biru biru milik PT Putera Petro Borneo. Diduga BBM subsidi dari tangki bermuatan 16.000 liter tersebut akan dialihkan untuk kebutuhan industri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut informasi di lapangan, BBM tersebut diduga berkaitan dengan anak seorang pengusaha tempat hiburan malam di Pontianak. BBM itu diduga hendak didistribusikan ke salah satu SPBU di Kabupaten Ketapang. Namun, dalam perjalanan di kawasan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, terjadi perpindahan BBM dari mobil tangki merah putih ke dua mobil tangki biru biru diduga milik perusahaan swasta.

Pertamina Selidiki Awak Mobil Tangki

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan investigasi bersama pihak terkait untuk menelusuri dugaan pelanggaran tersebut.

"Pertamina Patra Niaga tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran dalam proses distribusi BBM, khususnya BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat," kata Edi, Minggu (24/5/2026).

Widhi menjelaskan truk tangki merah putih milik PT Elnusa Petrofin yang muncul dalam video merupakan armada transportir resmi Pertamina untuk pengangkutan BBM subsidi. Menurutnya, sopir kendaraan tersebut saat ini tengah diperiksa oleh tim investigasi internal Pertamina.

"Yang Elnusa merah putih, transportir Pertamina untuk BBM subsidi, sekarang sedang dilakukan pemeriksaan intensif atas driver yang membawa mobil tangki tersebut," ujarnya.

AMT Terancam Dipecat

Edi menegaskan Pertamina berkomitmen menjaga integritas distribusi energi dan memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan serta tepat sasaran. Menurut dia, jika dalam investigasi nantinya terbukti terjadi pelanggaran, maka AMT yang terlibat akan dikenakan sanksi tegas hingga pemutusan hubungan kerja.

"Apabila terbukti terdapat pelanggaran, awak mobil tangki yang terlibat akan dikenakan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja sesuai ketentuan perusahaan," ujarnya.

Pertamina juga berjanji akan menjatuhkan sanksi administratif terhadap perusahaan transportir yang menaungi kendaraan tangki tersebut. PT Elnusa Petrofin sendiri merupakan anak perusahaan PT Elnusa Tbk yang berada di bawah Subholding Upstream Pertamina. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa logistik dan distribusi energi, termasuk pengangkutan BBM milik Pertamina Patra Niaga.

Pengamat Soroti Monitoring, Desak Tata Kelola Diperbaiki

Kasus ini menimbulkan pertanyaan terkait sistem pengawasan distribusi BBM di Kalbar. Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik di Kalbar Herman Hofi Munawar menilai PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan belum serius melakukan pembenahan tata kelola distribusi BBM.

"Persoalan ini sebenarnya sederhana jika memang ada keseriusan untuk membenahi. Selama ini langkah yang diambil masih sporadis dan baru bergerak saat kasus viral," ujarnya kepada detikKalimantan, Minggu (24/5/2026).

Herman menilai akar persoalan harus dibenahi dari hulu, mulai dari kepatuhan vendor distribusi, pengawasan armada, hingga penguatan integritas internal. Menurutnya, seluruh armada distribusi BBM sebenarnya telah dilengkapi GPS dan sistem pemantauan digital. Karena itu, dugaan praktik penyimpangan di lapangan seharusnya dapat diketahui lebih awal.

"Kalau sistem monitoring berjalan optimal, deviasi rute atau aktivitas mencurigakan seharusnya bisa langsung diketahui sebelum videonya tersebar di masyarakat," katanya.

Herman menegaskan kasus tersebut tidak cukup diselesaikan melalui sanksi administratif internal semata. Aparat penegak hukum dan lembaga pengawas eksternal diminta turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tata kelola distribusi BBM di Kalbar.

"Jika sistem digitalisasi dan pengawasan yang ada tetap gagal mencegah penyimpangan, maka yang harus diperiksa bukan hanya oknum di lapangan, tetapi juga komitmen pengawasan dan integritas sistem distribusinya," tegasnya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Pertamina Talks 2026: Di Balik Layar Pertamina Menjaga Ketahanan Energi dan Bijak Berenergi"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads