Sejumlah Aktivisnya Disiksa, Malaysia Akan Gugat Israel ke Mahkamah Internasional

Internasional

Sejumlah Aktivisnya Disiksa, Malaysia Akan Gugat Israel ke Mahkamah Internasional

Novi Christiastuti - detikKalimantan
Senin, 25 Mei 2026 15:30 WIB
Menteri Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video perlakuan terhadap aktivis Flotilla yang ditahan di Israel. (X/@itamarbengvir)
Menteri Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video perlakuan terhadap aktivis Flotilla yang ditahan di Israel. (X/@itamarbengvir)
Samarinda -

Pemerintah Malaysia tengah menyiapkan gugatan terhadap Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ) atas dugaan penculikan dan penyiksaan para aktivis Global Sumud Flotilla, khususnya yang berasal di Malaysia. Langkah itu akan diikuti tekanan diplomatik dari pemerintah Malaysia untuk membebaskan Gaza sepenuhnya.

Dikutip detikNews dari Malay Mail dan Anadolu Agency, Kepala Menteri Negara Bagian Selangor Amirudin Shari mengungkapkan Kuala Lumpur akan memulai proses hukum segera. Saat ini, para pengacara yang ditunjuk tengah mengumpulkan informasi dan bukti pendukung.

"Kami tidak akan tinggal diam, kami tidak akan berhenti," tegas Amirudin dalam seremoni penyambutan warga negara Malaysia yang menjadi aktivis Global Sumud Flotilla 2.0 di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), dikutip Senin (25/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sementara tim hukum mengumpulkan semua dokumentasi tentang pelanggaran hukum internasional, mereka (aktivis) diculik lebih dari satu kali, mereka disiksa," sambungnya.

Diketahui lebih dari 400 aktivis internasional menjadi bagian dari armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Misi ini bertujuan menerobos blokade Israel terhadap Jalur Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Mereka diserang dan diduga ditahan oleh pasukan Israel di perairan internasional pada pekan lalu.

Amirudin menyinggung tentang dugaan rentetan tindakan brutal oleh Israel, termasuk penculikan dan penyiksaan terhadap para aktivis, termasuk mereka yang berasal dari Malaysia. Amirudin menegaskan langkah ini akan diikuti tekanan diplomatik berkelanjutan dari pemerintah Malaysia untuk menuntut "pembebasan sepenuhnya" Gaza.

Meskipun misi Global Sumud Flotilla 2.0 sudah berakhir, Amirudin menyatakan komitmen Malaysia dan Selangor terhadap perjuangan Palestina akan terus berlanjut. Ia mengungkapkan ada rencana untuk mengadakan konferensi internasional terkait Palestina ke Malaysia untuk memperkuat upaya advokasi.

Baca selengkapnya di sini.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads