Kapal Pengangkut 3.300 KL Pertalite Meledak di Pontianak, 3 Kru Luka-luka

Kapal Pengangkut 3.300 KL Pertalite Meledak di Pontianak, 3 Kru Luka-luka

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 26 Mei 2026 11:25 WIB
Kapal pengangkut 3.300 KL Pertalite meledak di Sungai Kapuas.
Foto: Kapal pengangkut 3.300 KL Pertalite meledak di Sungai Kapuas. (Dok. Pertamina Kalimantan Barat)
Pontianak -

Ledakan hebat terjadi di kapal tanker MT Bintang Energi saat bersandar di Dermaga 2 kawasan Objek Vital Nasional PT Pertamina Patra Niaga, Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Senin (25/5/2026) siang. Tiga kru kapal dilaporkan terluka, satu di antaranya sempat terpental ke sungai.

Insiden terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Kapal MT Bintang Energi diketahui baru tiba dari Dermaga TTU Merak dengan membawa muatan BBM jenis Pertalite sekitar 3.300 kilo liter (KL).

Supervisor HSSE PT Pertamina Hamkani mengatakan ledakan berasal dari bagian forepeak atau ruang tangki di bagian haluan depan kapal sesaat setelah proses sandar dilakukan. Kejadian in melukai tiga korban. Para korban langsung dilarikan ke RSU Santo Antonius Pontianak untuk mendapat penanganan medis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mendengar ledakan tersebut, saya langsung menuju ke dermaga. Di sana terlihat tiga korban laki-laki. Bahkan, satu orang korban sampai terpental ke sungai dan langsung kami evakuasi menggunakan speedboat," kata Hamkani.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Pontianak Utara yang dipimpin Kapolsek Kompol I Made Aris Candra Putra tiba di lokasi sekitar pukul 13.50 WIB untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan awal.

Hingga kini area dermaga dan kapal masih diisolasi ketat. Petugas belum dapat melakukan investigasi menyeluruh karena lokasi harus disterilkan guna mengantisipasi potensi gas sisa yang dapat memicu ledakan susulan maupun kebakaran.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan Satreskrim dan Detasemen Gegana Polda Kalbar untuk penanganan lebih lanjut. Berdasarkan analisis awal, ledakan diduga dipicu akumulasi gas atau uap mudah terbakar yang terjebak di ruang tertutup bagian haluan kapal, lalu bereaksi dengan sumber panas.

Beruntung, ledakan tidak menjalar ke tangki utama penyimpanan Pertalite maupun jalur distribusi BBM. Jika api menyambar area utama kapal, potensi kebakaran besar diperkirakan dapat terjadi mengingat kapal mengangkut ribuan kilo liter bahan bakar.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan operasional distribusi BBM tetap berjalan normal pascakejadian tersebut. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan tim langsung melakukan pengamanan area dan emergency shut down setelah terdengar suara ledakan di area haluan kapal.

"Pertamina Patra Niaga bergerak cepat melakukan penanganan dan pengamanan area untuk memastikan keselamatan personel dan keamanan operasional," ujar Edi.

Pertamina memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Adapun stok dan penyaluran Pertalite di Integrated Terminal Pontianak disebut tetap aman karena didukung floating stock serta suplai kapal berikutnya yang sudah berada di area Pontianak.

"Pertamina memastikan keselamatan personel dan keamanan operasional distribusi menjadi prioritas utama. Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok dan penyaluran BBM tetap berjalan normal," tambahnya.

Saat ini penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Aparat dan pihak terkait akan mendalami kemungkinan adanya gangguan teknis, kegagalan sistem pengamanan gas, atau dugaan kelalaian terhadap standar operasional keselamatan kerja.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pria di Bali Modif Mobil untuk Timbun BBM Bersubsidi, Punya 22 Barcode"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads