Sehari sebelum Idul Adha, Juminten biasa menjajakan ketupat di Jalan H. Rais A Rahman, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Sebagai pedagang musiman, penghasilannya tak menentu di setiap momen hari raya.
Tapi menurut Jumintan, tahun ini menjadi tahun yang berat untuknya. Ia mengeluhkan penurunan omzet penjualan ketupat. Menurutnya, tahun ini jumlah pembeli jauh lebih sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Sepi, biasa saya nyetok 2.000 ketupat, tapi sekarang hanya 700 ketupat, itu pun belum habis. Banyak yang dibuang karena sudah layu," cerita Juminten saat ditemui di lapaknya, Selasa (26/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun entah apa yang terjadi, tapi dagangan Juminten dan beberapa pedagang lain berakhir banyak tidak terjual. Ia pun terpaksa membuang ketupat yang tak laku, sebab daunnya mulai layu.
Padahal tahun lalu, omzet penjualannya masih bisa menembus Rp1,2 juta per hari. Namun kini pendapatannya turun drastis hingga hanya sekitar Rp200 ribu sehari. Menurut Juminten, kondisi ini mengingatkannya dengan masa pandemi.
"Biasanya saya bisa dapat Rp1 juta 200 ribu, sekarang cuma Rp200 ribu. Kondisi ini sama kayak waktu COVID-19 kemarin," ungkapnya.
Menurut Juminten, daya beli masyarakat saat ini dinilai melemah. Kondisi diperparah dengan naiknya harga bahan baku seperti janur kelapa dan biaya produksi lainnya.
"Bahan baku naik dan minat orang beli ketupat tahun ini juga kurang," ujarnya.
Seperti diketahui bahwa di Kalbar, ketupat bukan hanya menjadi makanan khas saat Idul Fitri dan Idul Adha, tetapi juga memiliki nilai budaya dalam sejumlah tradisi adat masyarakat Melayu.
Ketupat biasanya disajikan bersama opor ayam, rendang, semur daging hingga sate saat momen silaturahmi keluarga dan pembagian daging kurban. Selain itu, ketupat juga kerap hadir dalam berbagai acara adat dan tradisi kampung seperti syukuran, selamatan, kenduri, hingga tradisi saprahan masyarakat Melayu Kalbar.
Dalam sejumlah tradisi, ketupat menjadi simbol kebersamaan dan penghormatan kepada tamu yang hadir. Karena menjadi bagian penting dalam tradisi keagamaan dan adat, permintaan ketupat biasanya meningkat tajam menjelang hari besar.
(aau/aau)
