BPJN Kaltara Targetkan Jembatan Kihan-Agung di Malinau Rampung 2026

BPJN Kaltara Targetkan Jembatan Kihan-Agung di Malinau Rampung 2026

Oktavian Balang - detikKalimantan
Sabtu, 30 Mei 2026 10:30 WIB
Pembangunan Jembatan Kihan
Pembangunan Jembatan Kihan/Foto: Istimewa (dok BPJN Kaltara)
Malinau -

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara (Kaltara) memasang target ambisius dalam pembangunan Jembatan Kihan dan Jembatan Agung di kawasan Apokayan, Kabupaten Malinau. Dua infrastruktur vital tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2026.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 2 BPJN Kaltara, Yustiana Tri Hatmaka, mengungkapkan penuntasan dua jembatan tersebut merupakan prioritas dalam menunjang mobilitas masyarakat perbatasan.

"Visi kami di 2026 ini, walaupun dengan segala keterbatasan, kami ingin menuntaskan dua jembatan ini dulu. Ini demi membantu mobilitas warga untuk mendukung ekonomi masyarakat," ujar Yustiana kepada detikKalimantan. Sabtu (30/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjawab keresahan warga terkait mangkraknya pengerjaan sejak 2020, Yustiana menjelaskan pihaknya tengah berupaya mempercepat proses administratif agar pengerjaan fisik bisa kembali berjalan. Ia memberikan estimasi aktivitas di lapangan akan dimulai pada pertengahan 2026.

"Soal kondisi jalan yang kondisinya rusak dan membutuhkan penanganan perbaikan, saya minta masyarakat dan teman-teman driver bersabar, sambil menunggu prosesnya. Mudah-mudahan setelah tahun ini lancar usulan kami ke pusat. Mungkin akhir bulan 5 atau 6 (Mei atau Juni) kami sudah bisa mulai action di lapangan," jelasnya.

Yustiana tidak menampik adanya tantangan berupa efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, pihaknya berkomitmen untuk memprioritaskan jembatan yang memiliki dampak paling krusial bagi warga di wilayah Long Nawang dan sekitarnya, agar tidak lagi bergantung pada pasang surut air sungai untuk melintas.

"Kami tetap pada misi untuk membantu warga. Kami juga di grup (komunikasi) ada bersama teman-teman driver. Untuk titik-titik yang parah, sebisa mungkin kami bantu sementara sambil menunggu proses permanennya terwujud," pungkasnya.

Sebelumnya, Jembatan Kihan menjadi sorotan lantaran material besi penyangganya berserakan sejak tahun 2020 tanpa ada pengerjaan fisik, yang menyebabkan urat nadi transportasi warga di tiga desa terganggu.




(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads