Isu MBG Disetop Sementara karena Dana, Kareg Kalbar Pastikan Terus Berjalan

Kalimantan Barat

Isu MBG Disetop Sementara karena Dana, Kareg Kalbar Pastikan Terus Berjalan

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Senin, 08 Jun 2026 11:58 WIB
Petugas SPPG menyiapkan Makan Siang Gratis (MBG) (Antara Foto/Andry Denisah)
Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Pontianak -

Informasi beredar di sejumlah grup percakapan dan media sosial menyebutkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dihentikan sementara mulai Senin (8/6/2026) karena ada kendala pada pendanaan. Di Kalimantan Barat, dipastikan program tersebut tetap berjalan.

Kepala Program MBG Regional (Kareg) Kalimantan Barat Agus Kurniawi menegaskan hingga saat ini tidak ada surat ataupun instruksi resmi dari BGN yang memerintahkan penghentian operasional SPPG secara menyeluruh.

"Mulai banyak informasi yang beredar bahwa SPPG sementara diberhentikan operasional. Sampai sejauh ini BGN belum ada mengeluarkan surat seperti itu. Operasional tetap akan berlangsung seperti biasa," kata Agus kepada detikKalimantan, Senin (8/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isu pemberhentian operasional ini dikaitkan dengan dugaan belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) kepada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam informasi yang beredar, disebutkan sejumlah SPPG mengalami kendala pembayaran operasional karena dana dari BGN belum masuk. Bahkan muncul spekulasi pemerintah akan mengurangi jumlah SPPG karena anggaran program MBG dinilai membengkak.

Menurut Agus, persoalan yang saat ini terjadi lebih kepada keterlambatan pencairan dana operasional di beberapa SPPG. Kondisi tersebut disebut dipengaruhi berbagai faktor administratif, termasuk kemungkinan kendala pada proposal maupun proses administrasi pencairan anggaran.

"Hanya memang masih ada yang terkendala uang yang belum masuk. Mungkin ada kesalahan dari proposal atau dari VA-nya (virtual account). Itu yang terjadi sekarang," ujarnya.

Agus mengakui terdapat sejumlah SPPG yang mengalami kekosongan anggaran akibat dana operasional belum diterima. Namun, kondisi tersebut tidak berlaku untuk seluruh dapur MBG yang ada di daerah.

SPPG yang mengalami keterbatasan dana dipersilakan menghentikan sementara aktivitas pelayanan hingga anggaran masuk. Sementara SPPG yang telah menerima dana tetap diminta menjalankan program seperti biasa.

"Bagi SPPG yang uangnya belum masuk atau sudah terjadi kekosongan anggaran, dipersilakan untuk berhenti operasional sementara sampai menunggu uang masuk," jelasnya.

Pernyataan Agus sekaligus membantah kabar yang menyebut seluruh program MBG akan dihentikan mulai pekan depan. Hingga saat ini, belum ada kebijakan resmi dari BGN terkait penghentian nasional maupun pengurangan jumlah SPPG.

Pemerintah pusat hingga kini belum mengeluarkan keterangan resmi terkait isu pengurangan jumlah SPPG maupun evaluasi anggaran program MBG secara nasional. Sementara itu, dapur-dapur MBG yang masih memiliki dukungan anggaran tetap diminta melanjutkan pelayanan kepada para penerima manfaat.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads