Proyek Sekolah Rakyat Singkawang Ditarget Rampung 20 Juni

Kalimantan Barat

Proyek Sekolah Rakyat Singkawang Ditarget Rampung 20 Juni

Devita Savitri - detikKalimantan
Senin, 08 Jun 2026 22:44 WIB
Pembangunan gedung Sekolah Rakyat Singkawang. (dok Pemprov Kalbar)
Foto: Pembangunan gedung Sekolah Rakyat Singkawang. (dok Pemprov Kalbar)
Singkawang -

Pemerintah tengah mengebut pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar). Proyek ini ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026, sehingga dapat digunakan untuk tahun ajaran baru nanti.

Proyek pendidikan bernilai sekitar Rp 750 miliar ini tengah digarap secara gotong royong oleh Kementerian Sosial, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta Kementerian Pekerjaan Umum. Progresnya saat ini mencapai 58 persen.

Staf Khusus Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan akan menambah tenaga kerja secara masif, dari yang awalnya 900 orang menjadi 1.300 orang. Langkah ini diyakini akan membuahkan hasil tepat waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan hasil peninjauan, progres pembangunan sudah mencapai 58 persen. Dengan perkembangan pekerjaan yang rata-rata berada di atas 2,5 persen per hari, kami optimistis target penyelesaian pada 20 Juni dapat tercapai," tuturnya.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada ribuan tangan yang sedang membangun masa depan anak-anak kurang mampu tersebut.

"Dedikasi pekerja menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat," sambungnya.

Fasilitas Lengkap dalam Satu Kawasan

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat melakukan pemantauan pembangunan pada Maret 2026 lalu. Disampaikan anggaran untuk membangun SR di Kalimantan Barat mencapai kurang lebih Rp 750 miliar.

Sekolah Rakyat di Singkawang dirancang sebagai kompleks pendidikan terintegrasi dengan sistem asrama. Dalam satu kompleks ini akan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan.

Fasilitas yang dibangun meliputi ruang kelas, laboratorium, gedung serbaguna, serta sarana olahraga seperti lapangan sepak bola dan jogging track. Kompleks ini akan menampung sekitar 1.200 siswa, lengkap dengan tenaga pengajar, wali asuh, dan perangkat pendidikan lainnya.

Baca artikel selengkapnya di sini.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads