Tengkorak Ditemukan di Kolong Jembatan Sampit, Diduga Bukan Manusia

Kalimantan Tengah

Tengkorak Ditemukan di Kolong Jembatan Sampit, Diduga Bukan Manusia

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Senin, 08 Jun 2026 17:54 WIB
Penemuan tengkorak di Sampit, Kotawaringin Timur yang diduga bukan manusia. (dok Istimewa)
Foto: Penemuan tengkorak di Sampit, Kotawaringin Timur yang diduga bukan manusia. (dok Istimewa)
Kotawaringin Timur -

Warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dibuat geger setelah sebuah tengkorak ditemukan di bawah kolong jembatan Sampit pada Senin (8/6/2026) siang. Bentuknya yang menyerupai tengkorak manusia sempat memicu kepanikan dan spekulasi di tengah masyarakat.

Penemuan tersebut terjadi di kawasan Jalan Bumi Raya I, Kelurahan Baamang Barat. Informasi yang cepat menyebar membuat banyak warga berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung benda yang diduga bagian dari kerangka manusia itu.

Petugas kepolisian bersama PMI Kotim dan unsur terkait segera melakukan pemeriksaan di lokasi. Area penemuan sempat diamankan untuk menghindari kerumunan warga sekaligus mempermudah proses identifikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, hasil pemeriksaan awal justru mengungkap fakta berbeda. Tengkorak yang menghebohkan warga tersebut dipastikan bukan berasal dari manusia.

Kapolsek Baamang, Iptu Helmi Hamdani, membenarkan bahwa hasil penyelidikan sementara menunjukkan tulang yang ditemukan bukan kerangka manusia, melainkan binatang. Meski demikian, identifikasi lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan jenis satwa tersebut.

"Berdasarkan hasil analisa sementara, yang pasti tengkorak bukan manusia. Itu binatang, dugaan kuat tengkorak orang utan," ujarnya, Senin (8/6/2026).

Tengkorak kemudian dievakuasi ke RSUD dr Murjani Sampit guna menjalani pemeriksaan mendalam. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sembari menunggu hasil resmi dari tim identifikasi.

Sebelum temuan ini, sejumlah warga mengaku sudah beberapa waktu terakhir mencium bau tidak sedap saat melintas di sekitar kolong jembatan. Namun, mereka tidak mengetahui sumber bau tersebut hingga akhirnya dilakukan pengecekan oleh petugas.

Ketua RT setempat, Ramadani, mengatakan tidak ada laporan warga hilang maupun kejadian mencurigakan di lingkungan tersebut.

"Kawasan itu memang berada dekat habitat satwa liar sehingga kemunculan orang utan maupun beruang bukan hal yang asing bagi warga sekitar," ujar dia.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads