Mina Fernandez hanyut dalam kesedihan. Sebab putranya tercinta, Polikarpus Lewohala Hayon ditemukan tewas di Kelurahan Kepi, Distrik Obaa, Mappi, Papua Selatan.
Mina berharap jenazah anaknya bisa dipulangkan ke kampung halaman di Pulau Solor, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia ingin memeluk jenazah Polikarpus untuk terakhir kali.
Polikarpus yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ditemukan tewas pada Senin (8/6/2026). Hingga kini, Mina belum mendapatkan informasi lengkap terkait meninggalnya sang anak. Baik kronologi hingga penyebabnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi kami dengar berita dia meninggal tadi pagi dalam keadaan tertelungkup. Jadi kami tidak tahu alasan apa. Kami juga tidak tahu kondisinya bagaimana," kata Mina saat dihubungi detikBali, Senin (8/6/2026).
Menurut Mina, anaknya mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Upin, Kampung Upin, Distrik Minyamur, Mappi. Polikarpus sebelumnya mengikuti tes PPPK pada 2022 dan ditempatkan untuk mengajar di daerah terpencil tersebut.
Polikarpus sempat menelepon Mina pada Sabtu (6/6/2026). Menurut Mina, anaknya mengaku ingin pulang kampung karena sudah lima tahun tak pernah kembali ke Flores Timur.
"Dia mau minggu depan (pulang kampung) untuk merayakan ulang tahunnya pada tanggal 21 Juni 2026 bersama saya ibunya," terang Mina.
Kini Mina hanya berharap anaknya tetap bisa pulang ke kampung halaman meski sudah tak lagi bernyawa. Mina ingin sekali memeluk Polikarpus untuk terakhir kalinya.
"Orang-orang di Papua mau mayatnya dimakamkan di Papua, saya tidak mau karena selama ini anak saya tidak bersama dan belum pulang kampung. Jadi biar apa pun terjadi dia harus pulang ke Solor," pinta Mina.
"Mereka tahan untuk makamkan di Papua, tetapi saya tidak mau anak saya harus pulang. Saya punya anak, saya melahirkan dia. Saya berharap peluk anak saya yang terakhir," imbuh Mina.
Baca selengkapnya di sini.
(sun/aau)