Penyebab puluhan jemaat Gereja Stella Maris Pontianak yang mengalami gejala diduga keracunan makanan, kini masih dalam penyelidikan. Hingga Selasa (9/6/2026), pihak rumah sakit dan instansi terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para korban.
Direktur RSUD Pontianak Utara, drg Nuzulisa mengatakan, belum dapat dipastikan penyebab pasti kejadian yang membuat sedikitnya 58 orang harus mendapatkan penanganan medis tersebut.
"Sampel makanan sudah kami ambil dan kirim untuk diperiksa di laboratorium. Untuk penyebab pastinya, termasuk apakah ada bakteri atau faktor lainnya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan," kata Nuzulisa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, seluruh pasien yang datang ke rumah sakit memiliki riwayat menghadiri kegiatan keagamaan di Gereja Stella Maris pada Minggu (7/6). Dalam kegiatan itu, para peserta menerima paket makanan yang diduga berkaitan dengan munculnya gejala yang dialami korban.
Dari hasil pemeriksaan awal, para pasien mengeluhkan gejala yang hampir seragam, mulai dari mual, muntah, diare, sakit perut, sakit kepala hingga menggigil.
Meski demikian, pihak rumah sakit belum berani menyimpulkan bahwa makanan yang dibagikan dalam kegiatan tersebut menjadi penyebab utama sebelum hasil laboratorium keluar.
"Kami tidak bisa mendahului hasil pemeriksaan. Saat ini yang bisa kami lakukan adalah menangani pasien dan menunggu hasil uji laboratorium," ujarnya.
Hingga saat ini, jumlah korban yang tercatat mendapatkan perawatan mencapai 58 orang. Sebagian telah diperbolehkan pulang, sementara puluhan lainnya masih menjalani observasi dan perawatan medis.
Nuzulisa mengatakan fokus penanganan saat ini adalah mencegah kondisi pasien memburuk akibat kehilangan cairan tubuh yang dipicu muntah dan diare.
"Kami memberikan terapi cairan, obat-obatan simptomatik, dan pemantauan kondisi pasien secara berkala," katanya.
(aau/aau)