Polsek Pahandut dan Polresta Palangka Raya menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) jatuhnya remaja di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Jumat (12/6/2026) siang. Fokus utama olah TKP di lift lantai 15, lokasi korban jatuh dari menara Masjid Raya Darussalam.
"Siang tadi tim telah melakukan olah TKP fokus di lift lantai 15 di mana korban terjatuh dan ditemukan sepasang sandal dan sisa minuman yang dibeli," ujar Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto, Jumat (12/6/2026).
Iyudi menyampaikan, korban berinisial ZAS (19) merupakan warga Jalan Kecubung, Palangka Raya. ZAS diketahui sudah tidak sekolah karena berkebutuhan khusus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya statusnya sudah bukan pelajar lagi. Orangtuanya pingsan dan syok berat hingga saat ini. Kemarin anggota mau wawancara agak panjang tidak tega," ujarnya.
Kasatreskrim Polresta Palangka Raya, AKP Eka Palti, mengatakan penyelidikan masih terus berlangsung guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
"Saat ini masih dalam proses pendalaman apabila ditemukan unsur kelalaian atau tindak pidana lainnya," ujar Eka, Jumat (12/6/2026).
Dari keterangan yang dihimpun penyidik, korban sebelumnya diketahui datang ke Menara Darussalam dan berniat naik ke lantai 15. Meski sempat tidak diizinkan oleh petugas, korban disebut tetap memaksa untuk naik. Sekitar 30 menit kemudian, saksi menerima informasi bahwa korban diduga melompat dari lantai tersebut.
Tim Inafis Polresta Palangka Raya yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan awal sebelum mengevakuasi jenazah ke RSUD dr Doris Sylvanus untuk menjalani visum. Hasil pemeriksaan sementara dokter forensik, dr Ricka Brilianty, menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua jam sebelum tiba di rumah sakit. Penyebab kematian diduga akibat jatuh dari ketinggian yang menimbulkan cedera fatal.
"Trauma di bagian kepala menyebabkan korban tewas di tempat," kata Eka.
Riwayat Kesehatan Korban
Terungkap bahwa ZAS bukan sosok asing di Menara Darussalam. Korban diketahui kerap menghabiskan waktu bersantai di Kafe Menara yang berada di lantai 15.
Polisi juga menemukan informasi bahwa pada 2025 lalu, korban pernah mengalami insiden serupa dengan melompat dari balkon rumahnya. Saat itu ia selamat, namun mengalami luka pada bagian wajah.
Lebih jauh, keluarga menyebut korban pernah didiagnosis mengalami radang otak pada 2023. Selain itu, ia juga diketahui memiliki riwayat skizofrenia, gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam membedakan realitas dan khayalan.
"Hingga kini, penyidik masih mendalami seluruh fakta dan keterangan saksi untuk memastikan penyebab pasti peristiwa yang merenggut nyawa ZAS tersebut," pungkasnya.
(des/des)