Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram

Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Minggu, 14 Jun 2026 17:01 WIB
Muharram adalah awal bulan Tahun Hijriah. Tahun Baru Hijriah atau Tahun Baru Islam dirayakan setiap tahun oleh umat Muslim.  Simak sejarah bulan Muharram!
Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph
Samarinda -

Muharram adalah salah satu bulan yang paling istimewa dalam Islam. Bulan ini menandai awal tahun baru Hijriah sekaligus menjadi pembuka rangkaian ibadah dan amal saleh selama satu tahun ke depan.

Jika Dzulhijjah menjadi penutup tahun Hijriah dengan berbagai amalan besar yang kita lakukan seperti ibadah haji dan kurban, maka Muharram adalah awal bulan yang penuh keberkahan untuk memulai lembaran baru kehidupan seorang muslim.

Keutamaan Bulan Muharram

Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan mulia atau Asyhurul Hurum yang dimuliakan Allah SWT. Tiga bulan lainnya adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Dalam bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Allah SWT berfirman:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu." (QS At-Taubah: 36)

Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk mengawali tahun baru Hijriah dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, serta meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT. Dilansir dari NU Online dan laman Universitas Islam Makassar, berikut ini berbagai amalan sunnah yang dianjurkan pada bulan Muharram.

9 Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram

Para ulama menjelaskan terdapat sejumlah amalan sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Muharram, khususnya menjelang dan saat hari Asyura. Dalam kitab Kanzun Naja was Surur fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur, Syekh Abdul Hamid merangkum amalan-amalan tersebut dalam bentuk nadzam:

فِى يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ
بِهَا اثْنَتَانِ وَلَهَا فَضْلٌ نُقِلْ
صُمْ صَلِّ صِلْ زُرْ عَالِمًا عُدْ وَاكْتَحِلْ
رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ
وَسِّعْ عَلَى الْعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرًا
وَسُوْرَةَ الْإِخْلَاصِ قُلْ أَلْفًا تَصِلْ

Artinya: "Pada hari Asyura terdapat sepuluh amalan yang disertai dua amalan tambahan yang memiliki keutamaan. Berpuasalah, salatlah, sambunglah silaturahim, ziarahilah orang alim, jenguklah orang sakit, dan bercelaklah. Usaplah kepala anak yatim, bersedekahlah, mandilah, lapangkan nafkah keluarga, potonglah kuku, dan bacalah surat Al-Ikhlas seribu kali."

1. Amalan Paling Utama: Puasa

Di antara berbagai amalan yang dianjurkan di atas, puasa menjadi ibadah yang paling utama dilakukan selama bulan Muharram. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: أَيُّ الصِّيَامِ أَفْضَلُ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ؟ قَالَ: شَهْرُ اللَّهِ الَّذِي تَدْعُونَهُ الْمُحَرَّمَ

Artinya: "Seseorang datang kepada Nabi SAW lalu bertanya, 'Puasa apa yang paling utama setelah Ramadhan?' Rasulullah menjawab, 'Puasa pada bulan Allah yang kalian sebut Muharram.'" (HR Ibnu Majah)

Menurut Imam Al-Qurthubi yang dikutip Imam As-Suyuthi dalam Ad-Dibaj 'ala Shahih Muslim, keutamaan puasa Muharram berkaitan dengan posisinya sebagai awal tahun Hijriah.

إِنَّمَا كَانَ صَوْمُ الْمُحَرَّمِ أَفْضَلَ الصِّيَامِ مِنْ أَجْلِ أَنَّهُ أَوَّلُ السَّنَةِ الْمُسْتَأْنَفَةِ فَكَانَ اسْتِفْتَاحُهَا بِالصَّوْمِ الَّذِي هُوَ أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ

Artinya: "Puasa Muharram menjadi puasa yang paling utama karena ia merupakan awal tahun yang baru. Sangat baik apabila tahun baru dibuka dengan puasa yang termasuk amal paling utama."

Selain puasa sepanjang bulan Muharram, umat Islam juga sangat dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu'a) dan 10 Muharram (Asyura).

Puasa Asyura memiliki keutamaan besar sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

2. Memperbanyak Shalat Sunnah

Muharram adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki kualitas ibadah. Selain menjaga salat lima waktu, umat Islam dianjurkan memperbanyak salat sunnah seperti Tahajud, Dhuha, Witir, dan salat-salat sunnah lainnya.

3. Menyambung Silaturahim dan Menjenguk Orang Sakit

Bukan hanya menjaga hubungan dengan Allah, di bulan ini juga dianjurkan menjaga hubungan dengan sesama manusia. Menjalin kembali silaturahim yang renggang, mengunjungi keluarga, maupun menjenguk orang yang sedang sakit termasuk amalan yang dianjurkan.

4. Bersedekah dan Memperbanyak Nafkah Keluarga

Sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan sepanjang tahun, terlebih pada bulan-bulan mulia seperti Muharram.

Para ulama juga menganjurkan untuk memperluas nafkah keluarga pada hari Asyura sebagai bentuk kasih sayang kepada anggota keluarga. Bukan berarti harus berlebihan, tetapi memberikan kebahagiaan dan perhatian lebih kepada keluarga sesuai kemampuan masing-masing.

5. Memperhatikan Anak Yatim

Dalam Islam, menyantuni dan memuliakan anak yatim memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Di bulan Muharram adalah salah satu waktu terbaik untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim melalui santunan dan kepedulian.

6. Berziarah kepada Ulama

Para ulama juga menganjurkan berziarah kepada ulama yang masih hidup untuk mengambil ilmu dan nasihat mereka. Sementara berziarah ke makam ulama yang telah wafat dapat menjadi usaha untuk mengingat kematian sekaligus mendoakan orang-orang saleh yang telah mendahului.

7. Menjaga Kebersihan Diri

Beberapa amalan yang juga disebutkan dalam tradisi ulama adalah mandi sunnah, memotong kuku, dan memakai celak mata. Amalan-amalan ini adalah bagian dari kebersihan diri yang dianjurkan dalam Islam. Meskipun tidak seutama puasa, amalan ini tetap dianjurkan sebagai bentuk mengikuti sunnah dan menjaga kesucian.

8. Membaca Surat Al-Ikhlas

Salah satu amalan yang juga sering disebut para ulama adalah memperbanyak membaca Surat Al-Ikhlas, bahkan sebagian menyebutkan hingga seribu kali pada hari Asyura. Surat Al-Ikhlas memiliki keutamaan yang sangat besar karena mengandung inti ajaran tauhid.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۝ اللَّهُ الصَّمَدُ ۝ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya: "Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya." (QS Al-Ikhlas: 1-4)

Itulah dia keutamaan dan amalan di bulan Muharram. Amalan-amalan di atas sebaiknya dilakukan sebagai bentuk pengembalian diri kepada-Nya. Dengan memperbanyak ibadah, sedekah, silaturahim, dan berbagai amalan kebaikan lainnya, diharapkan tahun baru Hijriah menjadi awal keberkahan dan peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT.

Wallahualam bissawab.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads