Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalimantan Selatan (Kalsel) turun ke jalan menggelar aksi di depan gedung DPRD Kalsel di Banjarmasin. Kali ini, para mahasiswa menyuarakan beberapa keresahan publik, terutama setelah naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).
Koordinator Lapangan DEMA UIN Antasari Munawir mengatakan ada empat poin tuntutan yang akan dibawa dalam aksi kali ini. Poin-poin tersebut berkaitan dengan program-program pemerintah yang tengah menjadi sorotan publik belakangan ini.
"Menuntut pemerintah untuk segera menghentikan realisasi program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih," kata Munawir, Senin (15/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, Aliansi BEM Kalsel menuntut dan mendesak pemerintah pusat segera membatalkan kenaikan BBM non subsidi yang berdampak pada naiknya harga bahan pokok dan mencekik perekonomian masyarakat. Ketiga, turut menolak revisi Undang-undang Polri.
"Keempat, mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk memprioritaskan kesejahteraan pendidikan khususnya di wilayah terpencil," tegas Munawir.
Dalam aksi ini, ia berharap dapat menyampaikan aspirasi dengan baik dan bisa mendapat tindak lanjut dari pihak-pihak yang berwenang.
Pantauan detikKalimantan di lapangan, para mahasiswa mulai berdatangan dengan menyanyikan beberapa lagu-lagu. Berbagai macam spanduk dengan tulisan-tulisan ditampilkan para mahasiswa. Di antaranya tulisan yang menyuarakan kegelisahan masyarakat dalam beberapa waktu belakang.
Mahasiswa yang turun berasal dari kampus Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Banjarmasin, Univeristas Islam Negeri (UIN) Banjarmasin, STIMI Banjarmasin, STIT Darul Hijrah. Koordinator aksi memperkirakan ada 300 massa yang terlibat.
(des/des)
