Massa demonstran di depan Gedung DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) membubarkan diri usai berdialog dengan anggota dewan. Massa juga dijanjikan untuk bisa bertemu dengan anggota DPR RI dalam waktu dekat.
Ketua DPRD Kalsel Supian HK menyebut bahwa seluruh tuntutan yang dibawa mahasiswa merupakan ranah pemerintah pusat. Pihaknya pun berupaya mempertemukan para mahasiswa dengan anggota DPR RI.
"Undangan kita undang ke sebelas (anggota) untuk mendengarkan tuntutan karena ini ranahnya pusat semua," kata Supian usai aksi, Senin (15/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, kehadiran anggota DPR RI Dapil Kalsel nantinya akan bertujuan untuk mendengarkan langsung apa tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa.
"Ada beberapa yang sudah kita hubungi, (untuk tahu) siapa saja yang bisa datang," sebut Supian.
Supian berharap anggota DPR RI dapil Kalsel yang sudah dihubungi dan dikirimi surat bisa berhadir memenuhi keinginan mahasiswa untuk mendengarkan tuntutan yang dibawa.
"Karena ini bukan masalah Perda, Perkum. Tapi masalah undang-undang, seperti MBG, kenaikan BBM, dan juga UU kepolisian, dan pendidikan," ucapnya.
Adapun alasan pihaknya tidak bisa menghadirkan anggota DPR RI dapil Kalsel pada demo Senin (15/6) ialah karena jadwal pengiriman surat masuk pada hari Sabtu (13/6) dan adanya aksi serupa yang membuat anggota di pusat juga memiliki kesibukan yang sama.
"Jadi saling memahami, jangan saling lempar, saling tuduh seakan-akan kami tidak bertanggung jawab," pungkasnya.
Para mahasiswa pun membubarkan diri dan kembali ke titik kumpul masing-masing. Arus lalu lintas di Jalan Lambung Mangkurat ditutup sementara dan dialihkan menggunakan jalan alternatif menuju Jembatan Merdeka hingga situasi kembali normal.
(bai/bai)
