Kemarau Mulai Terasa, Satu Puntung Rokok Bisa Jadi Petaka

Kemarau Mulai Terasa, Satu Puntung Rokok Bisa Jadi Petaka

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 16 Jun 2026 12:47 WIB
Saat BPBD Lamandau mengecek peralatan kesiapan karhutla.
Saat BPBD Lamandau mengecek peralatan kesiapan karhutla/Foto: Istimewa (dok BPBD Lamandau)
Lamandau -

Musim kemarau mulai terasa di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Cuaca panas yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir disertai minimnya curah hujan, membuat risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat.

Meski hingga Mei 2026 Lamandau masih nihil kasus karhutla, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Sebab, kondisi lahan yang kering dapat membuat api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

Kepala Pelaksana BPBD Lamandau, Hendikel, menegaskan daerah berjuluk Bumi Bahaum Bakuba kini telah memasuki musim kemarau. "Ya, sudah masuk musim kemarau," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hendikel, ancaman kebakaran tidak hanya mengintai kawasan hutan dan lahan kosong, tetapi juga lingkungan permukiman. Aktivitas sederhana seperti membakar sampah tanpa pengawasan atau membuang puntung rokok sembarangan dapat memicu kebakaran besar saat cuaca panas dan angin kencang.

"Waspada puntung rokok, jangan membuang puntung rokok sembarangan di area semak belukar atau lahan kering. Begitu pula saat membakar sampah. Selain itu, masyarakat juga perlu mulai bijak menggunakan air bersih untuk mengantisipasi penurunan debit air sumur maupun sungai jika kemarau berlangsung lama," imbaunya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Lamandau terus memantau perkembangan titik panas (hotspot) melalui sistem satelit serta menyiagakan personel untuk melakukan patroli rutin di wilayah yang dinilai rawan kebakaran. Masyarakat juga diminta berperan aktif dalam pencegahan dengan segera melaporkan jika menemukan kepulan asap maupun titik api di lingkungan sekitar.

"Kami meminta kerja sama seluruh lapisan masyarakat agar segera melapor jika melihat adanya asap atau titik api, sehingga bisa cepat ditangani sebelum meluas," tegas Hendikel.

Berdasarkan data BPBD Kalimantan Tengah hingga Mei 2026, Lamandau masih berada dalam kategori aman dari karhutla. Secara regional tercatat terdapat 10 titik hotspot di Kalimantan Tengah, sementara kejadian karhutla baru terjadi di Kabupaten Barito Utara dan Kota Palangka Raya.

Sebanyak 94 personel gabungan juga disiagakan untuk menghadapi potensi bencana kebakaran selama musim kemarau. Di sisi lain, kondisi kualitas udara masih terpantau baik. Kasus ISPA dan diare tercatat nihil.

Sementara aktivitas belajar mengajar di sekolah berlangsung normal. Pemerintah pun terus menggaungkan semangat 'Kalteng Bebas Kabut Asap 2026'. Masyarakat diajak menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

'Kecil jadi kawan, besar jadi lawan'. Api yang tampak sepele bisa berubah menjadi bencana jika tidak dikendalikan sejak dini.




(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads