Mahasiswa Demo di Tugu Digulis Pontianak, Soroti Harga Bahan Pokok-Dugaan KKN

Kalimantan Barat

Mahasiswa Demo di Tugu Digulis Pontianak, Soroti Harga Bahan Pokok-Dugaan KKN

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Kamis, 18 Jun 2026 17:25 WIB
Aksi mahasiswa di Tugu Digulis Pontianak.
Foto: Ocsya Ade CP/detikKalimantan
Pontianak -

Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Tugu Digulis Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (18/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan berbagai tuntutan mulai dari tingginya harga bahan pokok hingga kritik terhadap praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Aksi diawali dengan menyanyikan lagu perjuangan sebelum massa bergerak menuju kawasan tengah bundaran. Kehadiran massa sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sedikit tersendat.

Para demonstran kemudian membentangkan sejumlah spanduk di area Tugu Digulis. Salah satu spanduk bertuliskan 'Sikat para sindikat KKN. Atasan kalian rakyat, bukan partai. Ciptakan ekonomi mandiri jangan hanya ngomong hilirisasi agar rakyat tidak sengsara lagi'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, massa juga meneriakkan berbagai tuntutan, di antaranya terkait tingginya harga kebutuhan pokok. Massa juga menyuarakan kritik terhadap kondisi ekonomi nasional.

Unjuk rasa mahasiswa di Tugu Digulis Pontianak, Kalimantan Barat.Unjuk rasa mahasiswa di Tugu Digulis Pontianak, Kalimantan Barat. Foto: Ocsya Ade CP/detikKalimantan

Aksi tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai organisasi, di antaranya BEM Untan, BEM Universitas OSO, Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Kalbar (Solmadapar), AGRA Kalbar, BEM REMA Universitas PGRI Pontianak, serta sejumlah organisasi mahasiswa lainnya.

Saat orasi berlangsung, sebagian peserta aksi sempat mencoba memblokade jalan. Namun upaya tersebut langsung dicegah aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.

"Jangan mengganggu arus lalu lintas," tegas Kapolresta Pontianak Kota Kombes Endang Tri Purwanto kepada massa aksi.

Di tengah situasi tersebut, terdengar pula peringatan dari salah seorang perwira kepolisian kepada pengendara yang melintas. Pernyataan itu langsung mendapat respons dari peserta aksi yang berada di lokasi.

"Kalau tidak mau pinggir, tabrak saja," ujar seorang perwira.

"Kami manusia, bukan binatang," sahut peserta aksi.

Meski sempat terjadi ketegangan antara massa aksi dan aparat, demonstrasi berlangsung dalam pengamanan ketat kepolisian hingga kegiatan berakhir. Saat ini, aksi masih berlangsung kondusif.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads