Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM se Kalimantan Selatan kembali turun ke jalan Jumat, (19/6/2026) siang. Agenda hari ini kembali menuntut pertemuan yang sudah diserukan pada Senin (15/6) lalu.
Pantauan detikKalimantan di lapangan, kedatangan puluhan mahasiswa ini dikawal oleh aparat kepolisian. Tiga baliho dibawa, dengan tulisan 'Reformati Indonesia' 'Maling Berkedok Gizi' dan 'Dicari 11 Orang Perwakilan Rakyat Dapil Kalsel'.
"Kami minta agar perhatikan rakyat kecil, banyak yang masih memikirkan untuk hari esok," ujar massa aksi berorasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangan mahasiswa BEM se Kalsel di depan DPRD Kalsel. (Khairun Nisa/detikKalimantan) |
Adapun tuntutan aksi, ada 4 poin yang akan menjadi pembahasan utama. Yakni pada poin pertama, meminta evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan aspek:
- Moratorium Sementara untuk Aspek Menyeluruh
- Transparansi dan Akuntabilitas Hasil Evaluasi
- Menolak Praktik Oligarki dan Konflik Kepentingan
- Mengutamakan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
- Pengembalian Fokus Program Sesuai Amanat Regulasi
- Audit Publik dan Pengawasan Berkala
Poin kedua, mendesak pemerintah pusat untuk melakukan penyesuaian harga BBM yang memprihatinkan perekonomian rakyat. Poin ketiga, menuntut untuk mencopot revisi UU Polri dan mendesak agar melakukan reformasi Polri secara utuh.
Terakhir, poin ke empat mendesak agar pemerintah pusat dan daerah untuk mensejahterakan dan memprioritaskan kesejahteraan pendidikan khususnya di daerah 3T, terkecil, terluar dan terdalam.
Kedatangan mahasiswa ini pun merupakan lanjutan dari aksi yang sebelumnya sudah digelar, Senin (15/6) lalu. Tak berselang lama, empat anggota DPRD bersama Ketua DPRD Kalse Supian HK menemui mahasiswa.
(aau/aau)

