Cerita Mistis Tersesat di Hutan Kukar, Disuguhi Jalan Bagus Lalu Hilang

Kalimantan Flashback

Cerita Mistis Tersesat di Hutan Kukar, Disuguhi Jalan Bagus Lalu Hilang

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Jumat, 19 Jun 2026 18:00 WIB
Pulau Kalimantan disebut sebagai salah satu paru-paru dunia karena luas hutannya yang mencapai hingga 40,8 juta hektar. Beginilah potret hijaunya hutan Kalimantan.
Ilustrasi hutan Kalimantan/Foto: Rachman Haryanto
Kutai Kartanegara -

Kusno (68) tersesat di Hutan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) pada Minggu (11/6/2023). Ia tersesat saat mencari air ke sungai.

Jadi ceritanya, waktu itu Kusno berkemah bersama tiga orang rekannya. Saat mencari air, ia mengaku melewati jalan yang tertata rapi. Ada taman dan pohon berjejer rapi di sisi jalan.

"Bagus betul itu, karena kiri kanan jalan itu tanamannya tertata rapi," ujar Kusno saat dihubungi BeritaKlik, Kamis (15/6/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun saat ingin kembali setelah mengambil air, jalan tersebut sudah tidak ada. Tak hanya itu, kubangan air yang Kusno temukan juga tiba-tiba hilang begitu saja.

"Pas kembali ke jalan itu sudah hilang semua dan kubangan air yang sempat saya ke sana, di mana-mana enggak ada airnya, padahal sebelumnya ada," ungkapnya.

Dengan penuh kesadaran, Kusno mengambil kesimpulan bahwa dirinya sedang disesatkan di dalam hutan. Menyadari hal itu, ia terus berjalan mencari jalan keluar dari hutan.

"Kalau perasaan saya ya kayak gitu (disesatkan). Saya cuma pasrah sama Tuhan saja, karena saya sempat bilang kalau ada apa-apa jangan macam-macam ku timpas memang. Saya ngomel-ngomel di jalan," ujar Kusno.

Berjalan Terus Tanpa Arah

Kusno mengaku berjalan tanpa arah hingga memanjat tebing setinggi 20 meter. Saat itu, Kusno meyakini jalan tersebut menuju ke selatan, arah awal ia datang.

"Terus pas sampai atas tebing dan ketemu hutan saya terobos aja. Jalan terus, engga tahu arah, tujuannya timur ke selatan karena kayanya dari sana arah saya," sebutnya.

Ia lalu mendengar suara senso tak jauh dari tebing tersebut. Ia mencari sumber suara tersebut dengan kembali menerobos semak-semak dalam hutan.

"Saat di dalam hutan itu saya jalan terus, saya hemat tenaga kalau nggak penting saya terobos aja kaya babi itu semak-semak. Karena hemat tenaga nggak saya tebas semak itu karena saat itu saya bawa parang," bebernya.

Kusno juga terus berteriak dengan harapan mendapat respons dari orang lain. Hingga akhirnya teriakan Kusno dibalas oleh tim SAR yang sedang mencari dirinya.

"Awalnya saya takut, nanti dikira saya ini pencuri kayu, karena mereka bawa senso tapi kata orang-orang itu saya disuruh tetap diam, dan mereka mendatangi saya," terangnya.

"Ternyata setelah ketemu mereka tim yang cari saya, dia nunjukin foto saya," imbuh Kusno.

3 Hari Tersesat, Cuma Minum

Kusno mengaku selama tiga hari tersesat, dirinya tak makan, hanya mengandalkan air dari kubangan yang ditemukan. Kondisi tersebut membuatnya jarang tidur dan hanya terus berjalan.

"Dibilang tidur nggak juga, karena kita banyak jalannya. Karena cari pinggiran hutan itu tadi mau keluar. Iya, kalau makan nggak ada hanya minum air minum di kubangan," tuturnya.

Apa Penyebab Kusno Tersesat?

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan saat itu, Melkyanus Kotta mengatakan pihaknya melakukan pencarian Kusno selama tiga hari. Kusno diduga tersesat karena tidak mengetahui medan.

"Setelah melakukan pencarian selama 3 hari, korban berhasil ditemukan selamat di dalam hutan," kata Melky kepada BeritaKlik, Rabu (14/6/2023).

Melkyanus mengatakan Kusno awalnya mencari air di sungai. Saat akan kembali ke lokasi perkemahan dirinya tersesat hingga dilaporkan hilang oleh rekannya.

Tim SAR yang menerima laporan tersebut kemudian turun melakukan pencarian. Pada hari pertama dan kedua korban tidak ditemukan meski sempat menghubungi istri dan tim SAR.

"Hari pertama dan kedua nihil, saat itu korban sempat menghubungi istrinya dan tim namun saat lokasinya dicari tidak ketemu," ungkap Melky.

Di hari ketiga pencarian, Kusno ditemukan sedang duduk di bawah pohon pada Selasa (13/6). Korban sedang istirahat dengan berbekal biskuit selama tersesat.

"Ditemukannya sekitar jam 16.15 Wita. Jadi selama tiga hari korban berhasil survive dengan bekal biskuit dan air sungai seadanya," sebutnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kusno tersesat lantaran belum hafal medan. Melky mengatakan korban baru pertama kali berkemah di wilayah hutan tersebut.

"Korban tidak tahu medan hutan di sana karena baru pertama kali berkemah di sana," tutur Melky.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads