Hendak Selamatkan Pelajar di Laut Tual, Polisi dan TNI AU Tewas Tenggelam

Regional

Hendak Selamatkan Pelajar di Laut Tual, Polisi dan TNI AU Tewas Tenggelam

Tim detikSulsel - detikKalimantan
Selasa, 23 Jun 2026 12:30 WIB
Momen warga mengevakuasi Briptu Nanda dan Serda Rangga dari laut setelah menyelamatkan pelajar yang tenggelam di Perairan Kota Tual, Maluku.
Foto: Momen warga mengevakuasi Briptu Nanda dan Serda Rangga dari laut. (dok. istimewa)
Balikpapan -

Anggota polisi Briptu Nanda Tutupoho dan prajurit TNI AU, Serda Rangga S meninggal setelah menyelamatkan seorang pelajar bernama Opy Hanubun (16). Keduanya meninggal setelah terseret arus dan dihantam ombak di Perairan Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kota Tual, Maluku.

Dikutip dari detikSulsel, peristiwa tersebut terjadi di kawasan wisata Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Selatan, Minggu (21/6) pukul 14.40 Wita. Sekelompok pelajar SMP awalnya berfoto di area tebing yang terpisah dari guru.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi menjelaskan kronologi kejadian dimulai saat Opy kemudian tiba-tiba melompat dari tebing ke laut. Tidak berselang lama, Opy terlihat kesulitan berenang dan berteriak meminta pertolongan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teriakan itu memicu perhatian para pengunjung pantai termasuk Briptu Nanda dan Serda Rangga. Keduanya lantas berenang di sekitar perairan menolong Opy.

"Tanpa ragu, keduanya lantas terjun ke laut untuk memberikan pertolongan. Namun kondisi perairan sedang ombak besar dan arus yang kuat mengakibatkan keduanya terseret arus di area tebing pantai," kata Rositah.

Warga yang menyaksikan insiden itu lalu mengevakuasi evakuasi Opy yang tenggelam. Selanjutnya Briptu Nanda dan Serda Rangga diselamatkan setelah sempat terbawa arus.

"Ketiga korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Danar untuk mendapatkan pertolongan medis. (Namun) sekitar pukul 15.00 WIT, Serda Rangga dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di Puskesmas Danar," bebernya.

"Sementara Briptu Nanda Tutupoho sempat mendapatkan penanganan medis dan dirujuk menggunakan ambulans ke RS Karel Sadsuitubun Langgur. Dalam perjalanan, Briptu Nanda dinyatakan meninggal dunia," tambahnya.

Detik-detik menegangkan saat Briptu Nanda dan Serda Rangga dievakuasi dari laut sempat terekam oleh kamera warga di lokasi. Dalam video yang beredar, terlihat sedikitnya 11 orang pengunjung pria dan wanita bahu-membahu mengevakuasi kedua aparat tersebut.

Para pengunjung tampak berjuang keras menarik tubuh Briptu Nanda dari terpaan ombak besar, lalu membawanya ke daratan untuk segera diberikan pertolongan pertama.

Di sisi lain, tiga orang pria juga terlihat saling bergandengan tangan menerobos ombak besar untuk menolong Serda Rangga. Proses evakuasi berjalan dramatis karena warga sempat kesulitan membantu Serda Rangga akibat area perairan yang dikelilingi oleh tebing batu yang terjal.

Rositah menambahkan peristiwa nahas tersebut menjadi potret nyata solidaritas dan semangat kemanusiaan dari aparat negara meski nyawa taruhannya. Aksi kemanusian ini berujung keduanya gugur.

"Korban yang gugur dalam peristiwa tersebut adalah Briptu Nanda Tutupoho, anggota Polda Maluku, dan Serda Rangga S, prajurit TNI Udara dari Lanud Dumatubun

"Keberanian Briptu Nanda Tutupoho dan Serda Rangga menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan, pengabdian, dan keberanian tetap hidup dalam setiap tugas yang dijalankan aparat negara," imbuhnya.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads