Peserta Latsarmil KDMP di Kaltim Meninggal, Kodam Mulawarman Dalami Penyebab

Kalimantan Timur

Peserta Latsarmil KDMP di Kaltim Meninggal, Kodam Mulawarman Dalami Penyebab

Riani Rahayu - detikKalimantan
Selasa, 23 Jun 2026 17:13 WIB
Kapendam VI Mulawarman Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo
Foto: Kapendam VI Mulawarman Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo (Dok. Istimewa)
Samarinda -

Peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) manager Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) dikabarkan meninggal dunia saat melakukan pelatihan di Kalimantan. Diduga peserta tersebut awalnya pingsan lalu dinyatakan meninggal karena mengalami kelelahan.

Diketahui proses Latsarmil tersebut diselenggarakan di Dodikjur Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) di bawah naungan Kodam VI Mulawarman, di Balikpapan. Saat dikonfirmasi, Kapendam VI Mulawarman Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo membenarkan kabar tersebut.

"Memang betul pemberitaan tersebut. Meninggalnya salah satu siswi SPPI karena sakit, kebetulan almarhumah merupakan pengiriman dari Jatim yang dikirim ke Kaltim untuk mendapatkan latihan dasar di bawah Rindam," jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gatot mengonfirmasi jika peserta yang meninggal tersebut bernama Anisa Muyassaroh. Ia memastikan seluruh kegiatan yang diikuti peserta telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.

"Saya memastikan bahwa seluruh prosedur dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh peserta didik itu sendiri sudah berjalan sesuai prosedur. Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan juga ada pendampingan melekat kepada peserta didik, baik dari pelatih, unsur pendamping, unsur pendukung, termasuk kesehatan yang selalu melekat di mana pun para peserta didik berada," terangnya.

Gatot juga menepis anggapan bahwa kegiatan pendidikan yang dijalani peserta didominasi latihan fisik berat. Menurutnya, materi yang diberikan lebih banyak berupa proses belajar mengajar di dalam kelas.

"Perlu digarisbawahi bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini sama sekali tidak melibatkan kegiatan fisik dalam artian lebih condong dan dominan kepada proses belajar mengajar di kelas," tegasnya.

Gatot memastikan prosedur penanganan terhadap Anisa telah dilakukan sejak awal ketika kondisinya diketahui menurun. Pemeriksaan pertama dilakukan di lokasi sebelum peserta didik tersebut dibawa ke fasilitas kesehatan di lingkungan Dodikjur.

"Saya juga memastikan bahwa dalam prosedur penanganan pada saat kejadian sudah dilaksanakan dengan tepat, karena melihat perkembangan yang terjadi tidak membaik, yang bersangkutan segera dirujuk ke Rumah Sakit dr Harjanto Kodam VI Mulawarman," ujarnya.

Saat ini, Kodam VI/Mulawarman masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut terkait penyebab pasti meninggalnya peserta didik tersebut. Ia melanjutkan, informasi lanjutan akan disampaikan setelah proses pendalaman selesai dilakukan.

"Sementara itu yang bisa kami sampaikan sambil menunggu hasil pendalaman lebih lanjut terkait kejadian yang mengakibatkan satu siswa SPPI KDKMP meninggal dunia. Nanti perkembangan akan kami informasikan lebih lanjut," katanya.

Selain itu, Kodam VI Mulawarman juga sudah melakukan proses pemulangan jenazah hingga ke rumah duka di Jawa Timur. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus penghormatan terakhir kepada almarhumah.

"Kami juga membantu prosesi pemulangan bahkan ada pendampingan sampai ke rumah duka sebagai wujud tanggung jawab dan penghormatan kepada almarhumah sehingga proses pemulangan jenazah sampai pelaksanaan pemakaman dapat berjalan dengan baik dan lancar," pungkasnya.

Sebagai informasi, Diklat SPPI ini resmi dibuka pada, Rabu (17/6). Kegiatan Diklat ini melalui Latsarmil dengan metode Tripola Dasar, yang mencakup pembinaan sikap dan perilaku, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta pembinaan jasmani.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads