Pagi demi pagi, saat sebagian besar warga masih terlelap, Rosita dan Ida Laila sudah memulai rutinitasnya. Dengan sapu di tangan, semangat mereka tak pernah padam.
Mereka menyusuri jalanan Kota Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, membersihkan sampah yang berserakan agar masyarakat dapat menikmati lingkungan yang bersih dan nyaman. Puluhan tahun mereka menjalani pekerjaan itu tanpa pernah berharap mendapat sorotan. Menjaga kebersihan kota telah menjadi bagian dari pengabdian yang dilakukan dengan tulus, meski sering kali luput dari perhatian.
Namun, Jumat (26/6/2026) siang menjadi hari yang tak akan pernah mereka lupakan. Di tengah peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar di kawasan Waterfront City Kampung Sega, Kelurahan Mendawai, nama Rosita dan Ida Laila dipanggil ke atas panggung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di hadapan ratusan peserta, Bupati Kotawaringin Barat memberikan hadiah umrah sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka menjaga kebersihan daerah. Tepuk tangan menggema. Suasana yang semula penuh semangat berubah menjadi haru. Rosita dan Ida Laila tak kuasa membendung air mata.
"Saya tidak pernah menyangka akan mendapat hadiah sebesar ini. Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat yang sudah memberikan perhatian kepada kami. Ini menjadi kebahagiaan yang luar biasa bagi saya," ucap Rosita dengan mata berkaca-kaca, Jumat (26/6/2026).
Di sampingnya, Ida Laila juga berusaha menahan tangis. Baginya, hadiah umrah bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci, tetapi menjadi penghargaan paling berharga selama bertahun-tahun mengabdikan diri sebagai petugas kebersihan.
"Saya sangat bersyukur dan terharu. Terima kasih atas penghargaan ini. Semoga kami semua selalu diberikan kesehatan agar tetap bisa menjalankan tugas menjaga kebersihan lingkungan," tutur Ida.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Barat, Syahyani, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk rasa hormat pemerintah kepada para petugas kebersihan yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga wajah daerah tetap bersih.
"Di balik jalan yang bersih dan ruang publik yang nyaman, ada dedikasi para petugas kebersihan yang setiap hari bekerja sejak pagi untuk memastikan lingkungan tetap terjaga. Penghargaan ini merupakan bentuk perhatian dan rasa terima kasih pemerintah atas pengabdian mereka yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Menurut Syahyani, hadiah umrah bukan semata penghargaan atas lamanya masa kerja, melainkan simbol penghormatan terhadap profesi yang memiliki peran besar dalam menjaga kualitas lingkungan hidup di Kotawaringin Barat.
Ia pun berharap masyarakat ikut menghargai kerja keras para petugas kebersihan melalui tindakan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi timbulan sampah, dan menjaga kebersihan fasilitas umum.
"Sebab di balik setiap jalan yang bersih, ada tangan-tangan yang bekerja sejak fajar. Dan di balik seragam sederhana yang mereka kenakan, tersimpan ketulusan yang pada akhirnya mengantarkan mereka menuju impian yang selama ini mungkin hanya berani mereka panjatkan dalam doa," pungkasnya.
(sun/bai)
