Listrik Padam Bergilir di Kaltim, Wagub Seno Ungkap Batu Bara Bukan Penyebab

Kalimantan Timur

Listrik Padam Bergilir di Kaltim, Wagub Seno Ungkap Batu Bara Bukan Penyebab

Riani Rahayu - detikKalimantan
Senin, 29 Jun 2026 20:30 WIB
Kantor PLN UP3 Samarinda.
Foto: Riani Rahayu/detikKalimantan
Samarinda -

Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim). Namun, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji memastikan hal tersebut bukan akibat berkurangnya pasokan batu bara. Gangguan itu dipicu kerusakan dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang saat ini masih dalam tahap perbaikan.

Seno Aji mengatakan Pemerintah Provinsi Kaltim telah berkoordinasi dengan PLN untuk mengetahui penyebab pemadaman yang dikeluhkan masyarakat. Hasilnya, dua PLTU mengalami gangguan secara bersamaan sehingga mengurangi pasokan listrik di sistem interkoneksi Kaltim.

"Kami sudah bertemu dengan GM PLN. Memang dibutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk memperbaiki dua PLTU, yakni PLTU Handil dan PLTU Tanjung Batu," kata Seno kepada awak media, Senin (29/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama proses perbaikan berlangsung, kata Seno, PLN akan menerapkan pemadaman bergilir di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Setiap wilayah diperkirakan mengalami pemadaman sekitar tiga jam.

"Selama sebulan ini akan bergiliran. Setiap kabupaten dan kota akan ada sekitar tiga jam pemadaman. Mudah-mudahan bulan depan sudah tidak ada lagi masalah," ujarnya.

Menurutnya, kerusakan dua pembangkit yang terjadi dalam waktu bersamaan membuat pasokan listrik berkurang hingga sekitar 250 megawatt (MW). Kondisi tersebut memaksa PLN melakukan pengurangan beban melalui pemadaman bergilir.

"Yang bermasalah adalah dua PLTU ini rusak dalam waktu bersamaan. Itu mengurangi sekitar 250 MW sehingga PLN melakukan pengurangan daya secara bergilir," jelasnya.

Seno juga membantah anggapan yang menyebut pemadaman terjadi akibat terganggunya pasokan batu bara untuk pembangkit. Menurutnya, kewajiban pemenuhan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) masih berjalan normal.

"Kalau RKAB tidak. DMO tetap berjalan. Pasokan batu bara untuk PLTU masih aman," tegasnya.

Sementara itu, Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Samarinda Adrian Sitompul mengatakan perbaikan kedua pembangkit masih terus dilakukan. Jika prosesnya berjalan sesuai rencana, pemadaman bergilir diperkirakan berakhir pada Juli.

"Kita saat ini sedang melakukan perbaikannya. Kita estimasikan akan berakhir di Juli. Semoga bisa lebih cepat," terangnya.

Adrian belum dapat menjelaskan penyebab kerusakan yang dialami kedua PLTU tersebut karena menjadi kewenangan unit pembangkitan. Namun ia memastikan gangguan pada pembangkit berdampak luas karena sistem kelistrikan di Kaltim menggunakan jaringan interkoneksi.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads