Karhutla kembali terjadi di Kotawaringin Barat. Kobaran api menghanguskan lahan gambut di kawasan Rasau Kuning, antara Parit 4 dan Parit 5, Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Jumat (3/7/2026) sore. Proses pemadaman berlangsung dramatis karena tim harus menghadapi medan yang sulit dijangkau.
Laporan kebakaran pertama kali disampaikan Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Mendawai Seberang melalui grup koordinasi Karhutla. Informasi tersebut diterima Pos Komando Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotawaringin Barat sekitar pukul 15.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti.
Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotawaringin Barat kemudian menginstruksikan personel TRC melaui Danton TRC BPBD Kotawaringin Barat, Sayid Abdul Badawi segera bergerak menuju lokasi. Tim juga berkoordinasi dengan MPA Mendawai Seberang serta warga sekitar untuk mempercepat penanganan sebelum api semakin meluas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum petugas tiba, sejumlah warga pemilik kebun telah lebih dulu berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya dan mesin robin. Upaya tersebut menahan laju kobaran di sebagian area sambil menunggu bantuan datang.
"Perjuangan tim pemadam tidaklah mudah. Lokasi kebakaran tidak memiliki akses jalan darat sehingga seluruh personel harus menggunakan perahu getek menyusuri sungai sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju titik api," ujarnya Jumat (3/7).
Sayid mengatakan perjalanan menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Dari bibir sungai, tim masih harus berjalan kaki sekitar 350 meter menuju lokasi kebakaran.
"Jalan darat tidak bisa dilalui. Kami menggunakan getek, kemudian berjalan kaki sekitar 350 meter dari pinggir sungai. Perjalanan dari sungai sekitar 30 menit, sedangkan dari Kampung Sega bisa sekitar satu jam menggunakan getek," ujarnya.
Sampai di lokasi, tim mendapati api masih menyala dengan kepulan asap tebal yang keluar dari lahan gambut. Karakteristik gambut membuat api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat ke lapisan bawah tanah sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.
"BPBD mencatat luas lahan yang terbakar mencapai sekitar tiga hektare. Hingga penanganan berakhir sekitar pukul 19.15 WIB, petugas berhasil memadamkan sekitar satu hektare, sementara beberapa titik masih mengeluarkan asap karena berada di area yang sulit dijangkau," ujarnya.
Lahan yang terbakar merupakan kebun sawit yang masih dipenuhi semak belukar dan tumpukan daun kering. Air untuk pemadaman diambil dari galian parit di sekitar lokasi menggunakan mesin pompa, selang, dan peralatan pemadam lainnya.
"Operasi pemadaman melibatkan personel TRC BPBD, MPA Mendawai Seberang, Tagana, serta warga sekitar. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar kobaran api tidak terus meluas ke lahan di sekitarnya," ujarnya.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, sementara masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar untuk mencegah Karhutla kembali terjadi.
(sun/des)
