Kafe di Kobar Terbakar Diduga Akibat Korsleting, Kerugian Ratusan Juta

Kalimantan Tengah

Kafe di Kobar Terbakar Diduga Akibat Korsleting, Kerugian Ratusan Juta

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 04 Jul 2026 10:00 WIB
Kebakaran kafe di Kumai, Kotawaringin Barat.
Kebakaran kafe di Kumai, Kotawaringin Barat. Foto: Dok. Istimewa
Kotawaringin Barat -

Kobaran api menghanguskan sebuah kafe di Jalan Pasir Putih Gang Kelapa Tindan, Desa Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat (3/7/2026) malam. Kebakaran dilaporkan ke Pos Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Barat sekitar pukul 22.20 WIB.

Regu III yang sedang bertugas langsung bergerak menuju lokasi sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat. Hanya dalam waktu sekitar delapan menit, petugas tiba di lokasi dan mendapati kobaran api sudah membesar di bagian atas bangunan kafe.

Petugas kemudian langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi. Kobaran api yang terus membesar memaksa petugas bekerja cepat dengan dukungan warga hingga api perlahan berhasil dikendalikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Barat, Dwi Agus Suhartono, mengatakan proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar 90 menit hingga api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman.

"Personel langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga. Dengan respons sekitar delapan menit, petugas tiba di lokasi dan melakukan pemadaman hingga api berhasil dikuasai dalam waktu kurang lebih 90 menit. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah," kata Dwi, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik. Api disebut pertama kali muncul dari bagian atas bangunan sebelum akhirnya membesar dan menghanguskan sebagian kafe. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sementara nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.

Dalam penanganan kebakaran itu, Damkar mengerahkan satu unit mobil pemadam, satu unit kendaraan operasional Triton, dan satu unit pompa portabel untuk mempercepat proses pemadaman.

"Selain personel Damkar, proses penanganan juga melibatkan BPBD, PMI, Balakar Kumai, Polsek Kumai, serta Tim Reaksi Cepat RAPI. Sinergi seluruh unsur membuat kebakaran berhasil dikendalikan tanpa kendala berarti," ujarnya.

Dwi mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik, baik di rumah maupun tempat usaha. Menurutnya, pemeriksaan berkala penting dilakukan untuk mencegah kebakaran akibat korsleting listrik.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads