Permasalahan antrean tiket pesawat yang kerap membuat masyarakat Krayan kesulitan, kini mendapatkan solusi konkret. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan kini menambah jumlah penerbangan mulai pekan ini.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan, Ryan Antoni, memberikan apresiasi atas eksekusi anggaran yang dilakukan langsung pada pekan pertama Januari. Diharapkan tambahan penerbangan Krayan-Nunukan bisa mengurangi antrean.
"Meskipun anggaran baru disahkan akhir tahun, hari ini tanggal 6 Januari sudah langsung launching. Ini menjawab permasalahan masyarakat agar tidak perlu lagi saling berebut kursi atau mengantre tanpa kepastian," ujar Riyan kepada detikKalimantan, Senin (6/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ryan menjelaskan, penerbangan pada waktu normal disiapkan sebanyak 4 kali dalam sebulan. Namun, frekuensi ini akan ditambah pada momen-momen padat penumpang.
"Bupati menyampaikan desainnya tidak main-main. Saat momen high season seperti Nataru, 17 Agustus, atau masa libur lainnya, penerbangan ditambah menjadi 6 flight seminggu. Ini bukti kepedulian pemerintah membaca kebutuhan warga di lapangan," tegas legislator asal Krayan tersebut.
Selain penambahan jadwal, Pemkab Nunukan juga menggelontorkan anggaran Subsidi Ongkos Angkut (SOA) untuk mengurangi ongkos yang dibayarkan masyarakat. Dari harga normal Rp 1,5 juta, warga kini hanya perlu membayar di kisaran Rp 500 ribu.
"Kalau reguler itu artinya maskapai terbang mandiri tanpa bantuan pemerintah, harganya bisa Rp 1,5 juta. Nah, dengan subsidi ini masyarakat cukup bayar Rp 500 ribu saja. Jadi anggaran itu dipakai untuk menutupi selisih harga dan memastikan jadwalnya ada," jelas Ryan.
Selain mengandalkan APBD Nunukan, Ryan juga mendorong adanya kerja sama antar daerah. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Malinau dapat membuka jalur subsidi menuju Krayan dengan skema Government to Government (G2G).
"Ikatan sosiologis dan emosional antara warga Krayan dan Malinau sangat erat. Dulu rute itu ada. Saya berharap Pemkab Malinau ke depannya bisa mengalokasikan anggaran subsidi juga untuk membantu warga kita," imbuhnya.
Tak hanya pemerintah sipil, Ryan juga berharap TNI AU dapat memprogramkan bantuan armada secara rutin setiap akhir tahun. Mengingat mayoritas warga Krayan merayakan Natal, lonjakan penumpang adalah siklus tahunan yang harus diantisipasi sejak dini.
"Kejadian kemarin jadi evaluasi. Natal tahun depan kita harus lebih siap. Kami harap TNI juga punya skema tetap untuk membantu mobilisasi warga di perbatasan saat hari besar," jelasnya.
(bai/bai)
