Prajogo Pangestu Jadi Orang Terkaya di Indonesia Versi Bloomberg

Prajogo Pangestu Jadi Orang Terkaya di Indonesia Versi Bloomberg

Fadhly Fauzi Rachman - detikKalimantan
Kamis, 12 Feb 2026 07:00 WIB
Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu. Foto: Dok Forbes
Balikpapan -

Daftar orang terkaya di Indonesia telah dirilis. Dikutip detikFinance dari data Bloomberg Billionaires Index per hari ini (11/2/2026), Prajogo Pangestu berada di posisi pertama orang terkaya di Indonesia.

Prajogo Pangestu berada di posisi teratas orang terkaya Indonesia, dengan kekayaan di kisaran US$ 34 miliar atau sekitar Rp 570 triliun. Jumlah itu menjadikannya orang terkaya Indonesia sekaligus berada di peringkat 71 orang terkaya di dunia.

Dilansir dari CNBC, tercatat sebanyak empat saham yang dikendalikan oleh Prajogo di Bursa Efek Indonesia (BEI). Empat saham tersebut, yakni holding energi PT Barito Pacific Tbk (BRPT), perusahaan petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), emiten geotermal, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan emiten batu bara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di bawah Prajogo, ada Sukanto Tanoto yang kekayaannya melejit cukup tinggi. Sukanto punya kekayaan bersih US$ 23,3 miliar atau setara sekitar Rp 390 triliun. Dia masuk 500 orang terkaya di dunia di urutan 113 dunia menurut data Bloomberg, tepat di atas Robert Kuok.

Kekayaan Sukanto Tanoto naik sekitar 7,3% year-to-date, tumbuh sekitar US$ 1,62 miliar atau sekitar Rp 26,8 triliun sepanjang awal 2026. Posisi ketiga orang terkaya Indonesia ditempati oleh Low Tuck Kwong dengan total kekayaan sekitar US$ 20,1 miliar sekitar Rp 337 triliun.

Prajogo Pangestu unggul sekitar US$ 10,7 miliar dibanding Sukanto Tanoto. Sementara Sukanto Tanoto unggul sekitar US$ 3,2 miliar dibanding Low Tuck Kwong.

Di bawah Sukanto Tanoto dan Low Tuck Kwong, nama-nama seperti Budi Hartono dengan harta sekitar US$ 17,8 miliar dan Michael Hartono dengan harta sekitar US$ 16,3 miliar, menempati posisi ke-4 dan ke-5 orang terkaya Indonesia versi Bloomberg.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads