Ramai-ramai Borong 'Emas Antum', Ladang Cuan Buat Pedagang Musiman

Ramai-ramai Borong 'Emas Antum', Ladang Cuan Buat Pedagang Musiman

Khairun Nisa - detikKalimantan
Selasa, 17 Mar 2026 21:59 WIB
Coklat antum yang ramai diborong jelang lebaran.
Coklat antum yang ramai diborong jelang lebaran. Foto: (Istimewa)
Banjarmasin -

Ada tren unik di bulan Ramadan tahun ini, yakni ramai-ramai memborong 'emas antum'. Bukan emas antam yang harganya selangit, namun kepingan coklat yang dibalut bungkus berwarna emas.

Uniknya, coklat emas antum ini punya bentuk dan kemasan yang mirip dengan kepingan emas antam. Emas antum kini jadi buruan banyak orang untuk dibagi-bagi ke kerabat.

Tren baru ini menjadi berkah ramadan bagi para pedagang musiman. Salah satunya Raudah Anisya, seorang pedagang musiman di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Setiap tahun di bulan Ramadan, Anisya memanfaatkan momen untuk dagang hampers hingga takjil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anisya mengaku bahwa pesanan sudah ramai sejak awal Ramadan lalu. Menjelang lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, coklat berlabel antum itu malah makin ramai diborong.

"Pas awal pesan dari supplier itu coba-coba, order sedikit ternyata ramai. Akhirnya nambah lagi pesan coklatnya," kata Anisya pada detikKalimantan, Selasa (17/3/2026).

Jika tahun-tahun sebelumnya Anisya biasa menjajakan hampers, sembako, hingga takjil, insting bisnisnya kali ini mencoba menjual coklat emas antum sebagai sovenir lebaran. Ia biasa menawarkan dagangannya melalui laman media sosial pribadinya.

Menurutnya, bentuk coklat yang menyerupai emas batangan itu bakal ramai pembeli. Benar saja, hingga menjelang akhir bulan Ramadan, ia mampu menjual hampir 10 kilogram coklat emas antum.

Anisya menyebut coklat antum itu tak perlu waktu lama untuk ludes diborong warga Banjarmasin. Menurut beberapa pembelinya, kemasan coklat tersebut lucu dan menarik.

"Pembeli banyak yang borong untuk dibagi waktu lebaran, karena ini lucu dan menarik. Baru tahun ini sepertinya viralnya," ujar Anisya.

Harga satu keping coklat emas antum cukup terjangkau, yakni hanya Rp 5 ribu. Cuan banyak pun dipanen Anisya, omzetnya bahkan bisa tembus puluhan juta rupiah.

Seiring mendekati waktu lebaran, Anisya kini terpaksa sampai harus menolak orderan coklat antum yang kian membludak. Ia khawatir, pengiriman yang overload membuat coklat tertahan dan tidak bisa tiba tepat waktu.

Salah satu pembeli coklat emas antum yang dijual Anisya, Jamil, mengaku memborong coklat emas antum untuk dibagi ke ponakan serta saudara saat lebaran nanti. Ia pun senang, sebab hadiah yang dibagikan cukup unik namun harganya tak mahal.

"Lucu aja nantinya melihat mereka kena tipu dikira emas batangan ternyata coklat," cerita Jamil.

Jamil bercerita, setiap lebaran memang kerap membagi buah tangan unik ke keluarga. Untuk tahun lalu, ia memilik membeli amplop dengan gambar makanan hingga minuman kekinian yang sedang viral.

"Tahun depan kita liat nanti apa yang sedang ramai, kita ikutin juga," pungkasnya.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads