Iran telah membuka Selat Hormuz bagi negara-negara yang dianggapnya bersahabat, salah satunya ada negara tetangga RI. Sebut saja China, Rusia, India, Irak, Pakistan, dan Malaysia yang baru-baru ini mendapat izin.
Hal ini diungkap langsung akun media sosial X milik Konsulat Jenderal Iran di Mumbai yang mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dalam unggahan tersebut tercatat lima negara mendapat lampu hijau untuk melintasi Selat Hormuz.
"Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi: Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan," tulis unggahan tersebut, dikutip dari The Economic Times, Kamis (26/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Iran telah mengizinkan kapal-kapal tanker Malaysia melewati Selat Hormuz. Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim pun berterima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas keputusan tersebut.
Dilansir detikNews dari kantor berita AFP, Anwar mengatakan hal itu tercapai setelah pembicaraan dengan para pemimpin Iran, Turki, dan pemimpin regional lainnya.
Berbicara di televisi nasional Malaysia, Anwar mengatakan ia telah berbicara dengan Pezeshkian, serta para pemimpin Mesir dan Turki dan para pemimpin lainnya di wilayah Teluk.
"Kita sekarang sedang dalam proses melepaskan kapal-kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang mereka," kata Anwar.
"Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada presiden Iran karena telah memberikan izin perjalanan lebih awal," tutur Anwar.
Malaysia merupakan penghasil minyak dan gas (migas) yang signifikan, tetapi juga mengimpor minyak mentah dari Timur Tengah dan sangat bergantung pada Selat Hormuz.
Selat Hormuz nyaris sepenuhnya ditutup oleh Iran sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut pada 28 Februari lalu, mengacaukan pasar energi global dan membuat ratusan kapal tanker dan kapal-kapal lainnya, termasuk kapal-kapal Indonesia, terjebak di perairan strategis tersebut.
Bagaimana Nasib Indonesia?
Iran belum membuka selat Hormuz untuk Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendapatkan tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk mencari minyak mentah (crude) dari berbagai negara.
"Atas dasar itu bahwa Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita," ujar Bahlil saat melakukan sidak di SPBU Colomadu, Jawa Tengah, dikutip dari keterangan Kementerian ESDM, Kamis (26/3/2026).
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah bakal terus berupaya menjaga pasokan, cadangan energi, serta stabilitas harga di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah yang hampir semua negara terkena dampaknya.
Terlebih kata Bahlil, konflik yang terjadi saat ini belum ada yang mengetahui kapan berakhirnya.
Bahlil juga memastikan saat ini ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), baik bensin maupun solar, serta LPG, dalam kondisi aman.
"Dalam berbagai kesempatan sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena tetapi kita bersyukur kepada Allah atas perintah Bapak Presiden dan dukungan rakyat hari ini BBM di negara kita tercinta baik daripada bensin, solar maupun LPG terpenuhi dengan baik," katanya.
Bahlil juga meminta dukungan masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak.
(aau/aau)
