Kementerian ESDM Angkat Bicara Soal Kapal RI Belum Bisa Lewat Selat Hormuz

Kementerian ESDM Angkat Bicara Soal Kapal RI Belum Bisa Lewat Selat Hormuz

Herdi Alif Al Hikam - detikKalimantan
Minggu, 29 Mar 2026 22:01 WIB
An Indian liquefied petroleum gas (LPG) carrier, Shivalik, arrives at Mundra Port via the Strait of Hormuz, amid the U.S.-Israel conflict with Iran, in Gujarat, India, March 16, 2026. REUTERS/Amit Dave
Ilustrasi kapal saat melewati di Selat Hormuz. Foto: REUTERS/Amit Dave
Balikpapan -

Dua kapal RI yang berada di Selat Hormuz dikabarkan belum bisa melewati selat tersebut sejak ditutup oleh Iran. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara tentang masalah ini dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Dilansir detikFinance, Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan saat ini prioritas utama pemerintah adalah keamanan awak kapal dan muatan tersebut. Dia memastikan pemerintah terus melakukan koordinasi, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri, untuk mendukung kelancaran proses lewatnya kapal di Selat Hormuz.

"Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan proses pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat berjalan aman dan lancar. Dalam proses tersebut, tidak hanya soal muatan, tapi keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah," jelas Anggia dikutip dari laman Kementerian ESDM, Minggu (29/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber energi untuk menjaga ketahanan pasokan BBM dalam negeri. Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk membuka opsi pasokan minyak mentah dan BBM dari kawasan selain Timur Tengah.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2025, Pertamina mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah. Sekitar 19% atau 25,36 juta barel di antaranya berasal dari Arab Saudi. Selebihnya berasal dari berbagai sumber, antara lain Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, dan Malaysia. Selain itu, Indonesia juga memiliki kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk pasokan produk BBM.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl A Mulachela menyampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran telah melakukan koordinasi intensif sejak awal dengan seluruh pihak terkait di Iran untuk memastikan keselamatan kapal dan awak kapal asal RI.

"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. Saat ini, hal tersebut tengah ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional," jelas Nabyl.

Sementara itu, Pertamina menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah dalam penanganan situasi ini. Saat ini, Pertamina melalui Pertamina International Shipping (PIS) tengah mempersiapkan aspek teknis dan administratif agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

"Prioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat berjalan dengan baik," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.

Artikel ini telah tayang di detikFinance dengan judul Kapal RI Belum Bisa Lewati Selat Hormuz, ESDM Buka Suara.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads