Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sedang mempertimbangkan penambahan penerimaan negara lewat sektor sumber daya alam (SDA), khususnya untuk komoditas batu bara, nikel, dan Crude Palm Oil (CPO). Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni dengan menaikkan royalti.
Dilansir detikFinance, rencana ini berangkat dari lonjakan harga komoditas-komoditas tersebut. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan naiknya harga komoditas global otomatis akan mendongkrak penerimaan negara tanpa perlu perubahan kebijakan.
"Jadi, harga batu baranya meningkat, harga CPO-nya meningkat, harga nikel juga meningkat, tembaga juga meningkat. Tanpa ada perubahan kebijakan itu membuat penerimaan kita pasti akan meningkat," jelas Febrio di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Febrio mengakui negara belum memastikan skema penerimaan baru yang akan diterapkan. Saat ini Kemenkeu masih berkoordinasi intensif dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk merumuskan kebijakan yang paling tepat untuk menambah penerimaan negara melalui sektor tersebut.
Ada beberapa opsi yang sedang dibahas. Antara lain ada penerapan bea keluar dan penyesuaian tarif royalti.
"Tapi, kita juga ingin bahwa harga yang meningkat ini juga disertai dengan tambahan windfall. Nah, itu yang nanti akan kita sedang bahas dengan kementerian ESDM, ada berbagai mineral yang sedang kita lihat bisa bentuknya macam-macam. Ada yang royalti, ada yang beka, nanti kita akan finalkan nanti kalau sudah final baru kita umumkan," ujarnya.
Febrio membenarkan bahwa kenaikan royalti menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan untuk berbagai komoditas mineral yang harganya sedang melonjak. Namun, pihaknya belum menghitung potensi setoran tambahan ke kas negara dari sektor tersebut.
"Itu (kenaikan royalti) juga dalam pertimbangan, kita sedang pertimbangkan semuanya dengan kementerian ESDM," imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di detikFinance dengan judul Rencana Kemenkeu Tambah Penerimaan Baru dari Batu Bara-Nikel.
(des/des)