Potret Manusia Berharta Rp 3.400 Triliun Makan Mi Murah di Pinggir Jalan

Internasional

Potret Manusia Berharta Rp 3.400 Triliun Makan Mi Murah di Pinggir Jalan

Fino Yurio Kristo - detikKalimantan
Selasa, 19 Mei 2026 22:00 WIB
Jensen Huang
CEO Nvidia Jensen Huang/Foto: Vnexpress
Balikpapan -

Sebuah kedai mi sederhana di Beijing, China menarik perhatian global akhir pekan lalu setelah CEO Nvidia Jensen Huang mampir di sela kunjungannya. Ia ke China bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan delegasi pemimpin bisnis AS, termasuk Elon Musk dan Tim Cook.

Dikutip detikInet, Huang memang suka mampir ke restoran sederhana saat berkunjung ke sebuah negara. Termasuk di Indonesia beberapa waktu lalu, di mana dia menyempatkan diri makan di area Blok M.

Dalam foto-foto yang dibagikan di media sosial China pada 15 Mei, tampak Huang, orang terkaya ketujuh dunia dengan harta USD 192 miliar atau sekitar Rp3.400 triliun menurut Forbes, mengenakan jaket kulit hitam khasnya dan dengan santai memakan semangkuk mi di luar restoran itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Staf restoran mengatakan Huang berkunjung sekitar jam makan siang dan diundang untuk mencoba mi andalan kedai tersebut seharga 38 Yuan atau sekitar Rp 100 ribu. Karena restoran penuh, Huang berdiri di luar untuk makan sambil mengobrol dengan orang lewat.

"Ini enak sekali," katanya, sambil menikmati semangkuk mi di depan pintu masuk restoran, dikutip detikInet dari VN Express. Orang di sekitar berkerumun merekam dan mengambil fotonya.

Namun menu douzhi'er, minuman kedelai fermentasi yang agak asam dan berwarna abu kehijauan, membuat CEO Nvidia tersebut mengernyitkan dahi. Minuman tersebut adalah sajian klasik Beijing, tapi tak disukai sebagian orang. Huang kemudian cepat membeli minuman manis Mixue untuk menetralisir rasanya.

Ada di jantung Nanluoguxiang, salah satu distrik bersejarah yang paling terawat di Beijing, Fangzhuanchang terletak di antara gang sempit, rumah-rumah berhalaman, serta deretan kedai jajanan tradisional dan restoran lokal.

Restoran ini berulang kali mendapatkan pengakuan dalam kategori Michelin Bib Gourmand, yang menyoroti restoran-restoran dengan makanan berkualitas tinggi harga terjangkau.

Inspektur Michelin memuji restoran tersebut karena melestarikan suasana kedai makan tradisional yang dikelola keluarga, sembari fokus hampir secara eksklusif pada satu hidangan spesial. Restoran ini dikenal dengan antrean panjang, di mana pengunjung sering harus menunggu hingga 20 menit di jam sibuk.

Baca selengkapnya di sini.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads