Kemenhub Bakal Bangun 39 Bandara Baru, Tingkatkan Konektivitas Daerah 3T

Nasional

Kemenhub Bakal Bangun 39 Bandara Baru, Tingkatkan Konektivitas Daerah 3T

Herdi Alif Al Hikam - detikKalimantan
Senin, 29 Jun 2026 13:02 WIB
Proyek Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN) ditargetkan rampung Maret 2025. Penyelesaian proyek ini terus dikebut.
Ilustrasi Bandara IKN. Foto: Dok. PT Hutama Karya (Persero)
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akan menambah jumlah bandar udara atau bandara di Indonesia. Penambahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas merata, terutama ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Dilansir detikFinance, saat ini sudah ada 257 bandara existing yang beroperasi. Sementara bandara baru yang direncanakan berjumlah 39 bandara. Nantinya total ada 296 bandara di Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F Laisa mengatakan pihaknya sudah menetapkan 39 lokasi bandara baru. Rencana tersebut tercantum dalam dokumen Tatanan Kebandarudaraan Nasional, sehingga total Rencana Induk Bandar Udara Nasional mencakup 296 bandar udara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lukman mengatakan bandara di Indonesia dibangun pada berbagai kondisi geografis yang kompleks, mulai dari kawasan rawa, tanah gambut, pesisir pantai, pegunungan, hingga pulau-pulau kecil. Berbagai tantangan tersebut diatasi melalui penerapan teknologi rekayasa dan inovasi konstruksi yang terus berkembang.

Dengan pengalaman yang kaya dalam pembangunan bandara ini, Lukman meyakini pihaknya juga dapat menghadapi tantangan-tantangan ke depannya. Termasuk tantangan-tantangan karena perubahan iklim.

"Pengalaman membangun bandar udara di berbagai karakteristik wilayah telah menjadi modal yang sangat berharga bagi Indonesia. Ke depan, pembangunan bandar udara tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, pemanfaatan teknologi, serta ketahanan terhadap perubahan iklim," ungkapnya dalam Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Ahli Bandar Udara Indonesia (IABI) Tahun 2026 di Jakarta pada Sabtu (27/6/2026) lalu.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dinilai sangat membutuhkan jaringan bandara yang andal untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, mendukung sektor pariwisata, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara.

Lukman menekankan keberhasilan pembangunan bandara sangat ditentukan oleh peran para ahli di berbagai sektor, mulai dari perencanaan, desain, konstruksi, pengawasan, hingga pengoperasian bandar udara. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung transformasi kebandarudaraan nasional.

IABI pun didorong untuk terus memperkuat peran sebagai organisasi profesi yang mampu menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi, serta kolaborasi para ahli bandar udara Indonesia. IABI juga diharapkan terus mengembangkan sistem sertifikasi profesi yang diakui hingga skala internasional.

Baca selengkapnya di sini.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads