Rusaknya jalan poros darat kerap menyebabkan distribusi BBM ke wilayah perbatasan Apokayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), terkendala sehingga stok sering kosong. Sebagai solusi permanen, skema distribusi BBM ke daerah tersebut kini tengah disiapkan untuk beralih menggunakan moda transportasi udara atau pesawat kargo.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Malinau, Erly Sumiati, mengungkapkan bahwa mandeknya penyaluran BBM ke Apokayan murni disebabkan oleh kendala infrastruktur. Selama ini, rute darat dari Samarinda menuju Long Bagun, berlanjut ke Sungai Boh, Kayan Selatan, hingga Kayan Hilir sangat sulit ditembus oleh kendaraan transportir.
"Alasan transportir juga agak susah karena jalannya rusak. Makanya di dalam laporan penyaluran BBM khusus di Apokayan itu banyak sering kosong karena kuotanya tidak terpenuhi akibat sulitnya pengiriman," ujar Erly kepada detikKalimantan, Rabu (1/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengurai kebuntuan tersebut, opsi pengiriman BBM menggunakan pesawat langsung dari Tarakan ke Apokayan mulai dimatangkan. Menurut Erly, wacana ini telah dibahas langsung bersama pihak Pertamina sejak awal Maret lalu, menindaklanjuti arahan dari Wakil Gubernur Kaltara.
"Bulan Maret lalu Wakil Gubernur mengusahakan pengiriman BBM dari Tarakan ke Apokayan. Kemarin pada pertemuan kami di awal bulan, saya sudah sampaikan ke pihak Pertamina, dan pada dasarnya mereka siap," jelasnya.
Meski demikian, realisasi distribusi via jalur udara ini masih tertahan proses administrasi. Pihak Pertamina mensyaratkan adanya surat permohonan resmi yang diterbitkan langsung oleh Pemerintah Provinsi melalui dinas terkait, bukan dari tingkat kabupaten.
"Mereka minta yang bersurat ke Pertamina untuk permohonan pengiriman BBM menggunakan pesawat itu dari Dinas SDM Provinsi. Kemarin saya sudah telepon Dinas SDM, kata mereka suratnya masih diproses dan menunggu ditandatangani oleh Pak Gubernur," ungkap Erly.
Diharapkan, setelah proses administrasi di tingkat provinsi rampung, penyaluran BBM Satu Harga via udara dapat segera beroperasi.
"Hal ini krusial agar kebutuhan energi masyarakat Apokayan dapat terpenuhi secara maksimal, menyusul wilayah perbatasan lainnya seperti Krayan yang sudah lebih dulu dijangkau melalui jalur udara," pungkasnya.
(des/des)
