Indonesia punya banyak bahasa daerah dengan keunikannya tersendiri, termasuk dalam cara mengekspresikan emosi. Salah satu yang khas di Kalimantan adalah bahasa Banjar dari Kalimantan Selatan.
Bahasa Banjar sendiri mendominasi sebagian besar bahasa di Kalimantan. Maka dari itu, bahasa ini sudah sangat familiar digunakan dari ujung Utara hingga ujung Selatan pulau Kalimantan.
Dalam percakapan sehari-hari, masyarakat Banjar juga punya beragam kata umpatan yang digunakan saat marah, kesal, atau untuk menyindir. Beberapa kata ini bisa terdengar biasa saja , tapi sebenarnya punya makna cukup kasar. Karena itu, penting bagi detikers untuk tahu artinya dulu sebelum ikut-ikutan mengucapkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut daftar lengkap umpatan dalam bahasa Banjar beserta maknanya.
1. Bungul / Bongol
Kata bungul atau bongol adalah salah satu umpatan yang paling sering dipakai ketika kesal dalam bahasa Banjar. Secara makna, kata ini merujuk pada "bodoh", "dungu", atau orang yang dianggap tidak menggunakan akalnya dengan baik.
Di keseharian, bungul sebenarnya tidak selalu terdengar sangat kasar karena sangat bergantung pada intonasi dan situasi. Jika diucapkan dengan nada santai di antara teman dekat, kata ini bisa terdengar seperti candaan.
Contoh penggunaan:
"Bungul ikam, nih, sudah dikasih tahu masih jua salah."
Artinya: "Bodoh kamu, sudah dikasih tahu masih saja salah."
2. Tambuk
Beda dengan bungul, kata tambuk berarti "busuk" atau sesuatu yang berbau tidak sedap. Tetapi dalam penggunaan sehari-hari, maknanya menjadi ungkapan rasa kesal, jijik, atau tidak suka terhadap seseorang.
Kata ini sering dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang terasa "tidak enak", baik secara harfiah maupun kiasan. Dalam bahasa Banjar, penggunaan kata yang berkaitan dengan indera seperti bau memang cukup umum untuk mengekspresikan emosi.
Contoh penggunaan:
"Tambuk banar urangnya, ulahnya kada nyaman dilihat."
Artinya: "Menyebalkan banget orang itu, tingkahnya ga enak dilihat."
3. Nganga
Kata nganga digunakan untuk menyebut seseorang yang dianggap bloon, lambat memahami sesuatu, atau tidak peka terhadap situasi. Istilah ini menggambarkan orang yang terlihat bengong, kosong, atau tidak nyambung ketika diajak bicara.
Dalam bahasa Indonesia, maknanya bisa mendekati "plonga-plongo". Walaupun terdengar sedikit lebih halus dibanding bungul, kata ini tetap mengandung unsur merendahkan karena menyindir kemampuan berpikir seseorang.
Contoh penggunaan:
"Nganga banar ikam, orang lagi serius malah kada paham."
Artinya: "Kamu ini bloon banget, orang lagi serius malah tidak paham."
4. Kada Beakal
Istilah kada beakal merupakan gabungan dari dua kata, yaitu kada yang berarti "tidak" dan beakal yang berarti "berakal". Jika digabungkan, ungkapan ini bermakna "tidak punya akal" atau "tidak berpikir".
Dibandingkan kata seperti bungul, kada beakal terasa lebih keras karena tidak hanya menyebut seseorang bodoh, tetapi juga seolah-olah meniadakan kemampuan berpikirnya sama sekali.
Dalam percakapan, kata ini biasanya digunakan saat emosi sudah cukup tinggi atau ketika merasa sangat kesal terhadap perilaku seseorang.
Contoh penggunaan:
"Dasar kada beakal ikam, sudah kubilang nda boleh tapi masih jua dianui."
Artinya: "Dasar kamu tidak punya otak, sudah jelas aku bilang ga boleh tapi masih aja dilakukan
5. Bangang
Secara harfiah, kata bangang berarti "tuli" atau tidak bisa mendengar. Kalau dipakai sebagai umpatan, kata ini digunakan untuk menyindir seseorang yang tidak mau mendengarkan, tidak peka, atau pura-pura tidak mengerti. Maknanya tidak selalu benar-benar merujuk pada kondisi fisik yang tuli, tapi lebih ke sikap seseorang yang dianggap mengabaikan atau tidak merespons dengan baik.
Contoh penggunaan:
"Bangang banar talinga ikam, dipanggil dari tadi kada nyahut."
Artinya: "Tuli banget telinga kamu, dipanggil dari tadi tidak menyahut."
6. Bonto'
Kata bonto' pada awalnya digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang busuk, seperti telur busuk. Tapi kata ini juga dipakai sebagai umpatan untuk menyebut sesuatu yang mengecewakan, menjengkelkan, atau tidak sesuai harapan. Dalam konteks ini, bonto' lebih ke perasaan kesal terhadap suatu kondisi.
Contoh penggunaan:
"Bonto' banar hasilnya, sudah berharap banyak malah gagal."
Artinya: "Jelek banget hasilnya, sudah berharap banyak malah gagal."
7. Buntat
Nah, kata yang satu ini punya arti yang cukup luas dalam bahasa Banjar. Selain bisa diartikan sebagai "bodoh", buntat juga sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang buntu, gagal, atau tidak berjalan dengan semestinya.
Menariknya, dibandingkan umpatan lain, buntat kadang mengandung sedikit nuansa iba, seolah-olah ada rasa kasihan terhadap kebodohan atau kegagalan tersebut, meskipun tetap terasa menyebalkan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini juga bisa digunakan untuk benda atau situasi, misalnya sesuatu yang tidak berfungsi atau tidak berhasil.
Contoh penggunaan:
"Buntat banar ikam ini, hal kaya gini haja kada bisa."
Artinya: "Kamu ini benar-benar bodoh, hal seperti ini saja tidak bisa."
8. Gonggong
Kata gonggong digunakan untuk menghardik atau memarahi seseorang karena dianggap bodoh atau tidak berpikir dengan logika. Dibandingkan kata lain, gonggong punya nada yang cukup keras dan cenderung digunakan saat emosi sedang tinggi.
Dalam beberapa pendapat, kata ini diduga dipengaruhi bahasa lain, tetapi memang sudah menyatu dalam percakapan sehari-hari masyarakat Banjar. Penggunaan kata ini biasanya langsung terasa menyerang dan kurang cocok dipakai dalam situasi santai, karena bisa memicu konflik jika tidak hati-hati.
Contoh penggunaan:
"Gonggong banar ikam ni, sudah tau orang lagi pusing masih aja ganggu."
Artinya: "Bodoh sekali kamu, sudah dibilang orang lagi pusing masih aja diganggu."
9. Telengong
Kata telengong juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlihat sangat bingung, kosong, atau tidak memahami situasi sama sekali. Sama seperti nganga yang artinya mirip dengan "plonga-plongo", tetapi telengong tingkatannya di atas itu.
Telengong bisa diartikan bahwa seseorang tidak hanya tidak paham, tetapi juga tampak kehilangan arah. Dalam konteks tertentu, kata ini juga bisa diartikan sebagai "bodoh banget", terutama jika diucapkan dengan nada meremehkan.
Contoh penggunaan:
"Telengong haja ikam di situ, orang lain sudah paham semua."
Artinya: "Kamu cuma bengong saja di situ, orang lain sudah paham semua."
10. Pehol
Kata pehol termasuk salah satu umpatan kasar yang berasal dari plesetan bahasa Inggris pee hole yang merujuk pada organ tubuh. Kata ini memang tidak dipahami dalam bentuk harfiah ketika digunakan, tapi lebih kepada makian yang dilontarkan saat sangat kesal.
Karena mengandung unsur yang tidak sopan dan berbau vulgar, pehol tergolong kata yang sebaiknya dihindari di kehidupan sehari-hari,
Contoh penggunaan:
"Ikam tu pehol banar kelakuan, kada tahu tempat."
Artinya: "Kasar sekali kelakuanmu itu, tidak tahu tempat."
11. Hali
Kata hali sebenarnya berasal dari bahasa Kutai, tetapi sering digunakan juga oleh masyarakat di Kalimantan Selatan. Secara makna, hali berarti "gila". Penggunaannya tergantung konteks, bisa biasa saja dan bisa sangat kasar, tergantung konteks.
Contoh penggunaan:
"Hali beneh ikam ini, masa hal kaya gitu dipercaya."
Artinya: "Gila banget kamu ini, masa hal seperti itu dipercaya."
12. Burit
Kata burit sebenarnya berarti bokong atau pantat. Memang tidak ada yang aneh, tapi kata ini jadi best seller ketika seseorang berada dalam kondisi kesal atau sedang mengeluhkan orang lain.
Contoh penggunaan:
"Ah dasar burit, kada percaya aku omongan ikam tu kebanyakan waluh."
Artinya: "Dasar kamu, aku tidak percaya lagi omonganmu itu kebanyakan bohong."
13. Kimaknya
Kata kimaknya berasal dari kata pukimak yang berarti kelamin ibu. Kata ini memang tergolong sangat kasar dan levelnya berada di paling atas dari daftar kata umpatan bahasa Banjar.
Oleh karena itu, penggunaan kata ini biasanya hanya muncul saat seseorang benar-benar marah besar dan ingin menghina secara langsung. Dampaknya pun sangat kuat dan berpotensi memicu konflik serius.
Contoh penggunaan:
"Kimaknya ikam, jangan sembarangan ngomong!"
Artinya: "xxx kamu, jangan sembarangan bicara!"
Itulah dia beberapa kosa kata umpatan dalam basa Banjar. Mengetahui arti kata-kata ini penting karena bukan untuk dipakai sembarangan. Semoga bermanfaat dan hati-hati, ya!
Simak Video "Menyusun Hidangan Tradisional Mahumbal dan Mamalan di Kalimantan Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)